'Gawat gawat! Dia pasti dengar ucapanku tadi.' batin Kiara, menyingkir dari bawah shower supaya tubuhnya tidak terkena air. "Ab-- itu maksudku … selamanya tampan, disingkat jadi setan, Tuan. Hehehe …," jelas Kiara sambil senyum-senyum tak jelas pada Zaiden, "airnya sudah kusiapkan, Tuan. Silahkan mandi," lanjutnya lalu segera beranjak dari sana. Mengenai tubuhnya yang basah, dia bisa mengganti pakaian setelah keluar dari sini. Namun, saat Kiara akan melangkah keluar, tiba-tiba saja Zaiden menahan pergelangan tangannya. Pria itu lalu menariknya dan membawanya mendekat ke bathtub. "Temani aku mandi, Angsa," ucap Zaidan. Kiara awalnya ingin menolak, akan tetapi dia sudah basah. Jadi …- 'Ah, palingan cuma mandi doang. Udalah, nggak apa-apa. Nanti kalau kutolak, dia tantrum lagi,' batin Kiara, pada akhrinya menganggukkan kepala dan bersedia menemani suaminya mandi. "Lepaskan pakaianku," titah Zaiden dengan nada datar, sudah merentangkan tangan sebagai isyarat agar Kiara membantun
Last Updated : 2026-01-22 Read more