공유

Tumbler Baru

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-04-14 20:00:24

Mareeq tidak langsung menyalakan mobil. Tangannya masih berada di setir, tapi tidak bergerak. Pandangannya lurus ke depan, pada jalan yang terbuka, tapi pikirannya jelas tidak di sana.

Naomi di sampingnya juga diam. Bukan karena tidak ada yang bisa dikatakan, justru mungkin karena terlalu banyak.

Suara AC mengisi ruang di antara mereka, lembut, konstan, seperti mencoba menjaga sesuatu agar tidak pecah.

“Kamu selalu tahu apa yang aku pikirkan.” kata Mareeq akhi

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Deskripsi

    Mareeq membiarkannya. Jika Mareeq memaksa Naomi memperlihatkan wajahnya mungkin dia akan menangis. Mareeq pun menyenderkan punggungnya dan menatap televisi di depannya.Beberapa saat kemudian, pria itu kembali berbicara."Aku suka bagaimana kamu cemburu."Naomi tersentak dan dan menyingkirkan bantal itu dari kepalanya. Naomi duduk dan menatap Mareeq tajam. Ia memukul pelan lengan pria itu dengan bantal.“Mareeq!”Mareeq menangkap bantal itu di pukulan yang kedua. Naomi gagal untuk memberikan pukulan yang ketiga. Mareeq meletakkan bantal itu di samping, lalu menatap Naomi dengan ekspresi datar yang justru membuat gadis itu semakin salah tingkah.“Aku tidak cemburu,” gumam Naomi, kali ini jauh lebih pelan.Mareeq mengangguk seolah menerima jawabannya. “Baik.”Pria itu kembali menghadap televisi. Naomi menatapnya selama beberapa detik, tidak yakin apakah harus merasa lega atau kesal karena pria

  • Bilur Bulir Bertaut   Seberapa Cepat?

    Naomi seharusnya sudah tahu. Namun, entah mengapa, mendengar jawaban itu secara langsung membuat dadanya terasa sedikit sesak. Bodoh sekali. Ia sendiri yang bertanya. Lalu sekarang ia justru tidak menyukai jawabannya."Ini seperti aku datang terlambat ke dalam hidupmu." gumam Naomi.Naomi buru-buru meraih minumannya. Tenggorokannya terasa kering, padahal ia baru saja minum beberapa menit lalu.Mareeq memperhatikannya dari sudut mata. Perubahan itu kecil. Naomi tidak mengeluh, tidak memasang wajah kesal, bahkan masih berusaha terlihat biasa saja. Namun, Mareeq sudah cukup mengenalnya untuk menyadari bahwa gadis itu mendadak menjadi lebih pendiam.Saat hendak mengambil minumannya, tangan Naomi tanpa sengaja menyentuh saus takoyaki yang menempel di wadah. Sedikit saus berwarna kecokelatan berpindah ke pergelangan tangannya.“Ah.” seru Naomi.Ia mengangkat tangannya, memperhatikan noda itu, lalu hendak meraih tisu yang terletak di de

  • Bilur Bulir Bertaut   Kenapa Turki?

    Jawaban itu membuat Naomi tidak bisa berkata apa-apa."Aku tidak pernah meminta kamu memilih antara aku dan Freya." Naomi menunduk."Aku juga tidak ingin kamu merasa harus menggantikan siapa pun.""Mareeq...""Aku hanya ingin kamu ada di hidupku."Hening. Naomi menunduk menatap kedua tangannya sendiri."Aku takut. Semua akan ada karmanya.""Aku tahu. Aku yang memilih semua ini."Naomi menghela napas. "Kamu benar-benar akan dikutuk."Mareeq terdiam beberapa saat. "Hmm.." gumamnya.Naomi menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi seolah ingin menaruh semua beban berat. Dia ingin keberanian yang sama, tapi dia juga takut. Dia tidak seberani Mareeq."Bagaimana rumahnya?" tanya Naomi kemudian."Aku sudah merancangnya sejak lama."Mareeq terdiam beberapa saat.Naomi menatapnya. "Sejak kapan?"Mareeq akhirnya menoleh sebentar. "Sudah lama. Aku hanya terlalu lama tidak mengatakannya."

  • Bilur Bulir Bertaut   Rumah Impian

    "Kalau mau makan dengan lebih nyaman." imbuh Mareeq menyandarkan punggungnya ke kursi. "Si mbak di rumah bisa membuatkan sesuatu. Kamu tidak perlu makan di mobil."Naomi terdiam. Rumah. Kata itu saja sudah cukup membuat pikirannya berjalan ke mana-mana. Rumah Mareeq. Tempat Mareeq pulang selama ini. Tempat Raya dan Freya. Tempat yang mungkin menyimpan terlalu banyak kehidupan Mareeq sebelum Naomi hadir di dalam hidupnya.Naomi perlahan menggeleng. "Nggak usah."Mareeq menatapnya. "Kenapa? Aku tidak akan macam-maam padamu."Naomi tersenyum dengan candaan Mareeq. Tapi senyumnya langsung menghilang. Dia menghela napas seolah ada sesuatu yang berat di dalam hatinya."Aku cuma..." Dia berhenti.Mareeq menunggu.Naomi akhirnya menarik napas. "Aku akan merasa bersalah."Naomi tidak langsung melanjutkan. Dia menatap dashboard beberapa saat sebelum akhirnya berkata pelan,"Karena itu rumah kalian."Mareeq masih diam.

  • Bilur Bulir Bertaut   Jigsaw Puzzle

    "Tidak jika tanpa usaha." ujar Naomi karena dia tahu apa yang ada di pikiran pria itu."kamu sudah berusaha bukan?""Kamu tidak menyenangkan." gerutu Naomi. "Ayo ke permainan selanjutnya."Naomi pun bergegas pergi dari lokasi. Mareeq tidak segera menyusul Naomi, tapi justru dia menghampiri pemilik kios. Mareeq ingin membayar untuk hadiah jigsaw puzzle itu. Tak butuh waktu lama, pemilik kios itu menerima tawaran itu.Mareeq lalu bergegas menghampiri Naomi. Dari belakang, Mareeq tiba-tiba menjulurkan kedua tangan melewati bahu Naomi. Sebuah kotak puzzle Almond Blossoms karya Vincent van Gogh ada di depan wajah Naomi.Naomi terlihat tersentak kaget. Langkahnya langsung terhenti. Ia memandangi kotak biru itu dengan dahi mengernyit, tampak bingung dengan benda asing yang tiba-tiba muncul di depan matanya.Naomi langsung menoleh ke belakang. Ekspresinya terlihat sangat dramatis, matanya seketika membelalak lebar. "Mareeq!""Hadiah unt

  • Bilur Bulir Bertaut   Pasar Malam

    Mareeq menoleh kepadanya. "Kamu mau ke sana?"Naomi pun mengangguk dengan semangat. Mareeq kembali melihat jalan. Naomi mengira dia akan menolak. Namun beberapa detik kemudian, lampu sein menyala. Mobil berbelok perlahan menuju area parkir yang penuh kendaraan. Naomi langsung tersenyum."Kamu baik sekali.""Apa yang aku lakukan?""Ada." ujar Naomi memalingkan muka berusaha menutupi wajahnya yang memerah."Aku cuma nggak mau kamu terus melihat ke belakang selama perjalanan."Naomi menahan tawa. "Aku tidak seperti itu."Mareeq memarkir mobil tidak terlalu jauh dari pintu masuk pasar malam. Begitu mereka turun, suara keramaian langsung terasa lebih jelas. Aroma makanan langsung menyeruak. Ada jagung bakar, sosis panggang, telur gulung, dan makanan manis bercampur di udara. Naomi menatap sekeliling dengan mata berbinar.Mereka berjalan mengikuti arus orang. Mareeq berjalan di samping Naomi dengan kedua tangan masuk ke saku celana.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status