مشاركة

Penjelasan

مؤلف: NaoMiura
last update تاريخ النشر: 2026-04-13 20:00:45

Mareeq tidak langsung kembali pada makanannya. Ia justru menatap Naomi. Dalam diam itu, ada sesuatu yang akhirnya terasa jelas. Bahwa mungkin, mereka berdua sedang memikirkan hal yang sama. Hanya saja… belum ada yang cukup berani untuk mengatakannya lebih dulu.

Naomi akhirnya mengambil gelas tehnya, menyesap pelan hanya untuk memberi jeda pada pikirannya sendiri. Rasa hangat itu turun perlahan, tapi tidak benar-benar menenangkan. Ia meletakkan gelasnya kembali, lalu menarik napa

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Bilur Bulir Bertaut   Hujan di Hari Senin

    Sejak pagi langit sudah mendung. Namun tidak ada yang benar-benar memperkirakan hujan akan turun sedemikian deras. Menjelang jam makan siang, suara hujan mulai terdengar menghantam kaca-kaca gedung kantor. Lalu semakin lama semakin deras.Sampai area luar gedung terlihat seperti tertutup tirai air. Naomi yang baru saja selesai rapat kecil bersama beberapa anggota tim berjalan menuju sky terrace untuk membeli minuman. Di saat yang sama, Mareeq datang. Mereka berpapasan di koridor."Hujan." ujar Naomi."Iya.""Deras sekali."Mareeq melirik ke luar jendela. "Mungkin sampai sore."Naomi mengangguk. "Aku benci hujan hari ini.""Kemarin kamu suka hujan.""Itu hujan hari Minggu.""Apa bedanya?""Hujan hari Minggu romantis. Hujan di hari kerja itu menyebalkan."Mareeq tertawa kecil.Ponsel Naomi kemudian bergetar. Naomi menerima telepon dari bagian administrasi. Ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan Setelah Sore

    Naomi secara reflek mengambil ponselnya dan melihat pesan yang dikirim Mareeq. Ada beberapa pesan dari Mareeq. Dan semuanya belum terbaca."Aku tidak lihat.""Kamu sengaja meninggalkanku." tuduh Mareeq."Aku tidak meninggalkanmu." ujar Naomi. "Aku memberi kalian kesempatan.""Kesempatan apa? Apa yang sedang coba kamu lakukan?" suara Mareeq mulai terdengar kesal."Kamu dan Claudia.""Kamu tahu aku tidak suka kamu begitu.""Claudia yang meminta.""Kamu tahu aku tidak ingin.""Lalu aku harus bagaimana?""Dia benar-benar memintamu?" tanya Mareeq seolah tidak percaya.Naomi tidak menjawab. Karena dia benar-benar malas membahas Claudia. Seharusnya Mareeq sudah tahu Naomi tidak akan berbohong."Jika kamu melakukannya lagi maka aku tidak akan menahan diri lagi." ujar Mareeq mengalihkan pandangannya.Naomi semakin bingung. Apa yang akan dilakukan Mareeq. Apakah dia akan menolak Claudia mentah-mentah? A

  • Bilur Bulir Bertaut   SPBU

    Naomi dan Killa masih tertawa saat meninggalkan tenant batagor. Setiap kali Killa mulai tenang, ia akan teringat wajah bersalah Naomi ketika menyadari pisang goreng itu milik penjual. Lalu tertawa lagi."Aku benar-benar minta maaf sama bapaknya.""Aku tahu.""Jangan ketawa terus." protes Naomi."Aku berusaha." jawab Killa sambil menahan tawa.Ponsel Naomi tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan masuk dari Claudia. Naomi membuka pesan itu sambil berjalan.Claudia: Aku ingin pulang sama Mareeq. Kamu tidak apa bukan? Jika Mareeq bertanya padamu kamutahu jawabannya bukan?Naomi membaca pesan itu beberapa detik. Lalu mengetik balasan singkat.Naomi: Oke.Killa melihat layar ponsel Naomi. Tidak seluruh isi pesan. Tapi cukup untuk menangkap nama Mareeq dan Claudia. Killa tidak berkomentar. Ia hanya menyimpan informasi itu dalam hati."Mau pulang?" tanyanya.Naomi mengangguk. "Sudah sore.""Aku antar."Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Pisang Goreng

    Naomi berhenti beberapa meter dari pintu. Melihat tas snack di tangannya. Kemudian menoleh ke belakang. Beberapa detik berlalu. Lalu tanpa berkata apa-apa, ia berbalik kembali masuk.Petugas cleaning service itu terlihat terkejut ketika Naomi muncul lagi. "Ada yang ketinggalan?"Naomi mengulurkan tas snack besar itu. "Untuk Ibu saja."Wanita itu berkedip."Buat anak Ibu." jelas Naomi.Wanita itu langsung menggeleng. "Jangan, Mbak. Jangan.""Tidak apa-apa.""Ini kan mahal."Naomi tersenyum kecil. "Anak Ibu lebih senang menerima tas ini daripada saya."Wanita itu terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca."Ambil saja, Bu." Naomi menyerahkan tas itu ke tangannya. "Kebetulan saya juga sudah kebanyakan beli makanan hari ini."Kalimat terakhir itu membuat wanita tersebut tertawa. Dengan senyum yang jauh lebih lebar dari sebelumnya. "Terima kasih, Mbak."Naomi mengangguk. "Sama-sama."Melihat senyum itu, N

  • Bilur Bulir Bertaut   Tas Snack

    Sekitar satu jam setelah Killa meninggalkan festival, ponsel Naomi bergetar. Saat itu Naomi masih duduk di area makan. Di depannya ada sisa minuman, dua bungkus camilan, dan sebuah kotak makanan yang entah mengapa masih ia simpan meski sudah mengaku kenyang.Claudia dan Mareeq berada tidak jauh darinya. Atau lebih tepatnya Claudia sedang berbicara tanpa henti pada Mareeq. Naomi sendiri sedang membalas pesan-pesan yang menumpuk di ponselnya. Salah satunya dari Killa.Killa: Kamu butuh teman?Naomi langsung membalas.Naomi: Tidak.Balasan datang cepat.Killa: Yakin?Naomi: Iya.Claudia tiba-tiba berdiri. "Mareeq.""Hm?""Ayo ke area belakang." ujar Claudia sambil menarik lengan Mareeq."Ada tenant minuman yang mau aku coba."Mareeq tampak ragu. "Kamu mau?" tanya Mareeq pada Naomi."Nggak. Kalian ajah. Aku tunggu di sini."Claudia sudah berdiri di samping kursinya. "Ayo."Naomi kemb

  • Bilur Bulir Bertaut   Insting Sahabat

    Naomi sedang mencari kursi kosong ketika pandangannya berhenti pada seseorang. Ia menyipitkan mata. Lalu wajahnya langsung berubah cerah."Killa?"Tanpa menunggu jawaban, Naomi langsung berjalan ke arah salah satu meja. Seorang pria yang sedang memegang gelas minuman menoleh. Dan langsung melotot ke arahnya."Naomi!"Mereka saling menyapa seperti teman lama yang kebetulan bertemu. Di samping Killa duduk seorang wanita yang pernah beberapa kali Naomi temui sebelumnya. Tunangan Killa."Halo," sapa Naomi ramah."Halo, Naomi." Wanita itu tersenyum hangat."Senang bertemu lagi.""Aku juga."Killa menunjuk kursi kosong. "Duduk."Kemudian Killa melihat ke belakang Naomi. Tatapannya bergerak ke kiri. Lalu ke kanan. Lalu ke belakang lagi.Naomi memperhatikan. "Kamu kenapa?"Killa masih melihat ke arah kerumunan. "Aku sedang mencari.""Mencari apa?""Singa."Naomi berkedip. Dia diam sejena

  • Bilur Bulir Bertaut   Melabrak Rahaal

    Sebuah kabar sampai ke telinga Naomi seperti bisikan beracun. Seorang teman setim Leon menghampirinya. Dia mengatakan bahwa Leon baru saja didepak secara sepihak dari proyek yang dipimpin oleh Rahaal.Sepanjang jalan pulang, pikiran Naomi berkecamuk. Ia tahu ada ketegangan dingin antara Ra

  • Bilur Bulir Bertaut   Sahabat

    Naomi menyesap matcha latte-nya dengan lemas. Satu-satunya awan mendung yang menggelayuti kepalanya hanyalah kerinduan pada Mareeq. Anehnya padahal baru kemarin mereka bersama. Itulah alasan utama mengapa ia langsung mengiyakan ajakan Killa untuk makan siang. Ia butuh pengalihan. Ia butuh mengobr

  • Bilur Bulir Bertaut   Ramen

    Naomi hanya bisa mengangguk pelan, pasrah pada keputusan pria di sampingnya. Ia merasa tenaganya telah terkuras habis karena rentetan ketegangan emosional yang menyelimuti selama gathering.Dia tidak bisa marah pada Mareeq yang melakukan segalanya untuk dirinya. Saat Mareeq baru saja memat

  • Bilur Bulir Bertaut   Doorprize

    Naomi mengangguk pelan, mencoba memercayai perkataan Mareeq. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah pantai, di mana Claudia sedang menatap ke arah mereka. Naomi bisa merasakan aura panas darinya."OKE SEMUANYA! Kumpul di depan panggung sekarang! Kita masuk ke acara yang paling ditungg

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status