“Aakh… Pelan-pelan aja, Mas! Sakit…!” Jasmine menarik rambut Damian dengan kuat.“Ini sudah pelan, Jasmine. Kamu jangan teriak begitu, saya kaget!” tegur Damian gusar. Tangannya sejak tadi mencoba memijat pergelangan kaki Jasmine yang kesakitan. Tapi baru saja disentuh, Jasmine sudah berteriak. Damian tidak menyangka suara gadis yang terkenal lemah lembut itu ternyata nyaring juga.Mereka berdua sedang di parkiran, tepatnya di mobil Renan. Sementara Renan belum juga keluar gedung. Tampaknya urusan dengan Erick belum selesai. Jasmine menunduk lagi. Dibentak oleh Damian, membuat Jasmine ingin menangis. Padahal air matanya baru saja berhenti keluar. Kemudian, dengan suara sangat pelan ia berkata, “Maaf, Mas. Aku pasti nyusahin Mas Damian dan Mas Renan, kan?”Damian menghela napas panjang. Posisinya sedang berjongkok dengan satu kaki berlutut di aspal, sedangkan kaki yang satunya menjadi pijakan satu kaki Jasmine yang sakit. Kemudian, ia mendongak memusatkan pandangannya pada Jasmin
Last Updated : 2025-11-25 Read more