LOGIN"Kowe... kenapa harus muncul sekarang, Elena?"
Arya mendesis, suaranya parau tertelan deru angin jembatan layang yang membawa bau garam dan amis pelabuhan. Ia mencengkeram besi pembatas jembatan hingga karatnya menusuk telapak tangan, menatap wanita di dalam sedan hitam yang tampak seperti berlian di atas tumpukan arang. Elena hanya tersenyum tipis, menyesap aroma parfum musk mahal yang beradu tajam dengan bau solar dan mesiu dari tubuh Arya yang hancur-hancuran.
"Jakar
Gulungan draf dari Konsorsium Sektor Selatan belum sempat diletakkan di atas meja ketika tiga orang utusan kejaksaan wilayah Jogja berseragam rapi mendadak melangkah kaku memasuki selasar ruang tengah mansion.Deggg...Jessy Baskoro tidak bergerak mundur, dia justru menghentakkan koper hukum hitamnya ke atas meja jati dengan gerakan sangat agresif."Tahan langkah fisik Anda, Tuan-Tuan! Surat penangkapan fisik yang Anda bawa fajar ini berstatus cacat hukum administrasi negara!" bentak Jessy tajam.Jubah lavendernya berkelebat taktis saat dia menarik keluar selembar berkas pemutakhiran data siber hasil verifikasi biometrik Cindy dari dalam koper.Karisma pengacara utama yayasan Kuningan memancar pekat, memotong seluruh wibawa birokrasi daerah yang coba dipamerkan oleh para utusan musuh."Nyonya Jessy, kami bergerak resmi berdasarkan draf jaminan trust internasional Singapura yang sudah dilegalkan," sahut kepala utusan Jogja kaku.
Kertas memo berstempel basah dari kejaksaan agung lama itu langsung disambar oleh Jessy Baskoro, merobek sampul pelindungnya dengan sentakan yang kaku agresif.Deggg...Cindy bergerak dinamis menggeser posisi boks file fisik Kuningan, mengalihkan fokus seluruh tim solid dari getaran panel sekring yang baru saja melandai."Mbak Jessy, abaikan dulu draf penangkapan Fatih Baskoro, ketelitian administrasi saya fajar ini justru mendeteksi kejanggalan di nota transaksi Sektor Selatan!" seru Cindy taktis.Bundel berkas kliring pajak gudang itu dilemparkan Cindy ke atas meja kerja jati, memisahkan dokumen domestik dari silsilah hukum asing.Karisma pengacara utama Jessy Baskoro kembali menyala penuh, menatap tajam deretan matriks transfer kliring internasional yang terpampang bersih di atas lembar draf."Sialan, manajer senior kita beneran menjual manifes fisik pemandu Marunda langsung menuju rekening privat Slevia Jogja!" bentak Jessy deng
Dentuman keras di pintu luar ruangan tengah tidak membuat Slamet kehilangan insting pelindungnya, dia justru satset merangkul pinggang matang Cindy untuk dilarikan menuju kedalaman kamar paviliun bawah yang terisolasi aman.Deggg...Slot kunci besi pintu paviliun diputar dua kali oleh Slamet, seketika mengunci seluruh kebisingan perang transparansi pajak yang meremukkan saraf kepala mereka sejak subuh.Hawa kamar yang sunyi pekat bercampur lamat-lamat bau solar pangkalan justru memicu getaran sensuality dewasa yang raw di antara sepasang suami istri tersebut."Mas Slamet... batin saya beneran lelah sekali, draf tuntutan penyitaan dari Singapura tadi hampir membuat ulu hati saya copot menahan cemas," lirih Cindy pasrah.Jubah satin merah tipis yang dikenakannya sengaja dilonggarkan satset, menyingkap raga matangnya yang berkeringat dewasa di bawah pendar temaram lampu dinding.'Sialan, melihat kepasrahan emosional Cindy malam ini ben
Pesan tertulis mengenai keterlibatan Baskoro Senior di balik kartu chip sekuritas luar negeri seketika memicu kepanikan baru di dalam ruang server darurat Kuningan.Deggg...Cindy berpacu dengan waktu di depan panel digital utama, jemari lentiknya bergerak dinamis melakukan enkripsi ganda untuk membendung infiltrasi siber."Mbak Jessy! Perretas luar beneran agresif, mereka mencoba menjebol porta siber nomor lima untuk menghapus data manifes fisik pemandunya!" jerit Cindy panik.Jessy Baskoro langsung bergerak dinamis ke samping meja panel, mengibaskan jubah lavendernya dengan rahang mengeras kaku menahan geram.Karisma pengacara utama yayasan dikeluarkan seratus persen fajar ini, siap mengawal transparansi pajak dari guncangan kliring internasional Singapura."Gunakan protokol kliring darurat sekarang, Cindy, dilarang memberi celah bagi akun kloningan Hendra untuk merusak silsilah hukum kita!" perintah Jessy tajam.'Sialan, k
Dentuman keras dari arah pelataran hanggar bawah langsung memaksa Brian Baskoro mengencangkan simpul dasi sutranya, melangkah satset keluar dari mobil dinas tepat di depan lobi restoran mewah Sudirman.Deggg...Aroma hidangan premium bercampur bau harum ruangan borjuis menyambut raga Brian, namun batinnya mendadak didera tekanan psikologis tingkat tinggi."Tuan Direktur, terima kasih sudah meluangkan waktu berharga Anda untuk memenuhi lobi meja makan darurat yayasan Kuningan malam ini," ucap Brian ramah namun kaku.Pejabat kementerian perhubungan itu duduk tegap di balik meja makan bundar, melayangkan tatapan birokrasi yang sangat kaku dan formal."Mari langsung ke intinya, Tuan Brian, draf panggilan resmi dari kejaksaan agung terkait pajak pemandu Marunda sudah masuk ke meja kerja saya," sahut pejabat itu dingin.'Sialan, lobi meja makan ini beneran terasa sekaku es balok, batin saya beneran overthinking memikirkan tagihan pajak bo
Pernyataan Slamet mengenai penyadapan nomor rangka langsung direspons satset oleh Sonya Baskoro dengan menghempaskan draf kesepakatan lama ke tengah meja bundar ruang tengah.Deggg..."Pembatalan sepihak ini resmi saya sahkan, Tuan Pengacara, seluruh nota distribusi wilayah Jogja milik Slevia detik ini saya nyatakan hangus!" bentak Sonya kokoh berdarah dingin.Aura kaku "CEO Galak" milik Sonya memancar penuh keangkuhan, melayangkan tekanan psikologis tingkat tinggi yang seketika membakar emosi para utusan hukum musuh.Seorang utusan hukum Slevia berkemeja garis-garis langsung berdiri dari kursinya dengan wajah kaku merah padam menahan kemarahan besar."Nyonya Sonya! Tindakan Anda melanggar pakta operasional terpadu yang sudah disetujui bersama di depan perwakilan kementerian!" teriak pengacara itu lantang.'Sialan, perempuan ini beneran bertindak sewenang-wenang bagai Ratu Besi, dikira lobi meja makan kementerian keuangan bisa dibat