“Udah sampe, Kak,” ujar pengemudi ojol itu. Lala segera turun dari boncengan motor. Dia lalu mengembalikan helm itu. “Udah dibayar via aplikasi ya, Pak,” tangan Lala menunjukkan bukti pembayaran itu.Pengemudi ojek online itu menggangguk. Ketika Lala masuk ke area Fakultas Pertanian, motor ojol itu pergi.Lala menatap ke arah jam digital di tangannya. Sebentar lagi sebelum kelas pertama semester ini mulai.“La,” seseorang menepuk bahu Lala.Jantung Lala langsung berdebar, matanya menatap ke arah sosok itu.“Rosi, lo ngagetin aja,” potes Lala. Rosi hanya tersenyum sambil memencet tombol lift itu,”Ngagetin lo itu lucu, seru tahu!”Lala sedikit cemberut, dia tetap masuk ke dalam lift itu.“Kita masih kebagian pake gedung baru ya,” Lala mengamati lift di gedung yang baru saja diresmikan itu. Rosi menggangguk,”Lumayan, bisa ngerasain kuliah di gedung baru. Sayang, dosennya killer.” “Iya, killer, dingin, nyebelin dan galak,” keluh Lala. Dia mengeluarkan isi kepalanya tentang Elric.Nam
Última actualización : 2025-12-12 Leer más