“Iya, Pak? Bimbingan sekarang?” ujar Lala sambil menatap ke arah Elric. Elric menggeleng, “Saya ada janji. Kirim saja dokumennya lewat email.” Tangan Elric sibuk menenteng tas laptop keluar dari dalam ruang dosen. Saat Elric dan Lala tengah berbincang, Pak Nico muncul dari pintu ruang dosen. “Oh, Lala, kamu mau bimbingan ya?” ujar Pak Nico. Lala hanya tersenyum sambil mengangguk,” Iya, Pak. Saya mau bimbingan ini.” Pak Nico tersenyum, “Bagus. Pak, mohon bimbingannya. Saya mau pergi dulu.” “Iya, Pak. Hati-hati,” sahut Elric. Pak Nico melewati Elric dan Lala yang masih berdiri di depan pintu ruang dosen. “Saya undur diri dulu, Pak. Nanti dokumennya saya kirim lewat email,” ujar Lala. Kakinya hendak melangkah kembali ke stand lagi. “Nanti cek ponselmu,” perintah Elric sambil berlalu pergi. Lala mengangguk. Dia menghela nafas panjang. “Capek banget, gue benci ada di situasi kayak gini,” keluh Lala. Lala memutuskan duduk sejenak di bangku kosong lorong lantai 1 gedung
Última actualización : 2026-01-01 Leer más