“Aku datang dengan teman-temanku. Kurasa aku terpisah,” Rino menatap ke arah kerumunan orang. Freya melambaikan tangannya,”Ayo bergabung denganku dan Elric saja. Kami juga mau salaman. Itu yang penting.”Elric masih terdiam. Ingatan tentang jebakan Rino membuatnya gusar. Setelah mengantri, giliran Freya, Elric dan Rino menyalami pengantin. “Pak Elric, senang Anda bisa datang,” ujar Rendra Arvenza, ayah pengantin wanita. “Suatu kehormatan bisa datang dan diundang kemari, Pak,” sahut Elric berusaha ramah. “Hahaha, calon penerus Zen pasti sibuk mengurus perusahaan,” ujar Rendra lagi. Wajah Rino langsung murka mendengar hal itu. Orang-orang selalu menyebut Elric penerus ayahnya. Padahal Elric bukan anak kandung.‘Si Bodoh Elric dianggap penerus Si Tua Bangka? Mungkin mata orang ini sudah rabun,’ batin Rino. “Pak Rendra bisa saja. Saya tidak sesibuk itu,” sahut Elric. “Selamat atas pernikahan putri Anda, Pak,” ujar Rino dengan tatapan tajam.“Terima kasih sudah datang, Pak Rino,” R
Última actualización : 2025-12-02 Leer más