/ Romansa / AH! BRONDONGKU SAYANG / Bab 18 : Pemilik Obsesi

공유

Bab 18 : Pemilik Obsesi

작가: Kim Hwang Ra
last update 게시일: 2026-03-13 21:00:27

Rendra meremas kertas gugatan cerai itu hingga hancur di genggamannya. Pandangannya yang tadi meledak-ledak kini berubah menjadi dingin dan kosong—jenis kemarahan yang jauh lebih berbahaya daripada teriakan.

"Cerai?" Rendra mengulangi kata itu dengan nada rendah, hampir berbisik. "Setelah semua yang aku berikan, kamu menyiapkan ini di belakangku?"

"Rendra, aku..." Alia mundur perlahan, namun punggungnya tertahan oleh meja marmer yang dingin.

"Jawab!" bentak Rendra sambil melempar gumpalan kerta
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 96 : Kode Rahasia

    Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka berdua segera bergegas menuju kampus. Begitu sepeda motor milik Arhan mulai memasuki kawasan jalan utama menuju universitas, kegelisahan Alia semakin memuncak. Sepasang matanya terus bergerak gelisah, menatap kerumunan mahasiswa yang mulai memadati trotoar dan area sekitar gerbang kampus."Arhan, stop. di sini aja," ujar Alia tiba-tiba ketika mereka masih berjarak sekitar lima puluh meter dari gerbang utama."Kenapa, Kak? Ini belum sampai di area parkir dalam.""Ngga apa-apa. Kamu tahu sendiri kan gimana cepatnya gosip menyebar di kampus kita?""Siap, Ibu Dosen Cantik. Sampai bertemu di kelas," sahut Arhan pelan, sengaja menekankan kalimatnya sebelum Alia turun dari sepeda motor Arhan.********Tepat jam sepuluh pagi, Begitu memasuki kelas, pandangan Alia secara tidak sengaja langsung bertabrakan dengan sepasang mata hitam milik Arhan yang duduk di barisan belakang bersama sahabatnya, Rio. Arhan langsung menegakkan tubuhnya, menopang dagunya d

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 95 : Pagi Cerah

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar tamu yang lupa ditutup rapat semalam. Alia melenguh pelan, mencoba menggerakkan badannya. Namun, begitu ia menggeser posisi tubuhnya di atas kasur, sebuah rasa nyeri yang tumpul seketika menjalar di area pinggang dan bagian bawah tubuhnya. Kepalanya juga terasa agak berat dan pening.Detik itu juga, potongan-potongan ingatan tentang apa yang terjadi semalam mendadak berputar kembali di benaknya seperti rol film."Aaaahhh!"Alia menjerit spontan, menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rasa syok, malu, dan tidak percaya bercampur aduk menjadi satu di dalam dadanya. Ia telah tidur dengan mahasiswanya sendiri!Sementara itu, di lantai bawah, Arhan yang sedang berada di dapur langsung memasang telinga. Mendengar suara lengkingan yang sangat ia kenali dari arah kamar tamu, pemuda itu langsung meletakkan spatula yang dipegangnya dan berlari cepat melewati koridor.Brak!Arhan membuka pintu kamar dengan tergesa-gesa. "Kak Alia! Ken

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 94 : Malam Yang Panas

    Awalnya, Arhan menautkan bibir mereka dengan lembut, memberikan lumatan-lumatan kecil yang manis. Namun, ketika dia merasakan Alia menyambut ciumannya dengan antusiasme yang sama, Arhan langsung memperdalam ciuman mereka. Lidah mereka saling bertautan, bertukar saliva di tengah desahan napas yang kian memburu.“Manis sekali, Kak…” gumam Arhan di sela-sela pagutan panas mereka, menghirup napas sedalam mungkin dari bibir Alia.Mereka terus berciuman dengan panas di bawah benderangnya lampu kamar, sesekali menyunggingkan senyum di tengah ciuman saat gairah mereka saling beradu. Didorong oleh adrenalin yang membakar, Alia tiba-tiba membalikkan posisi mereka dengan gerakan yang lincah. Kini, Alia berada di posisi atas, menduduki perut rata Arhan.Dengan gerakan yang perlahan namun pasti, jemari Alia membuka kaos yang dikenakan Arhan satu per satu, lalu menyisihkannya dari bahu kokoh pemuda itu. Begitu kain itu terlepas, terpampanglah bentuk tubuh a

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 93 : Apa Alia Berkhianat?

    Melihat Arhan yang berada di atas tubuhnya dengan jarak sedekat ini, pikiran Alia mendadak terlempar kembali pada sekelumit kejadian traumatis di pesta beberapa jam lalu. Bayangan Rendra yang tersenyum palsu, merayakan pertunangan sandiwara dengan Desy di atas panggung, seketika melintas. Rasa muak, jijik, dan kemarahan atas pengkhianatan suaminya itu membakar dada Alia. Rasa sakit itu menjadi sebuah keputusasaan yang liar. Melihat ketulusan, ketampanan, dan tatapan penuh gairah dari pemuda di atasnya saat ini, Alia seperti kehilangan akal sehatnya. Dia tidak peduli lagi pada dunia. Dia hanya ingin membalas rasa sakit itu dengan cara yang paling ekstrem.“Sepertinya hadiah ulang tahunku dari kamu belum aku terima, kan?” ujar Alia tiba-tiba. Suaranya terdengar begitu tenang.Bersamaan dengan kalimat itu, kedua lengan Alia bergerak lambat, naik melingkari leher Arhan, menarik tubuh pemuda itu agar semakin merapat. Arhan sedikit terkejut dengan respons berani

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 92 : Malam Berbahaya

    Arhan ikut salah tingkah setengah mati. Ia langsung berdiri tegak, menjauhkan tubuhnya dengan kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Matanya bergerak liar menatap ke segala arah—ke langit-langit, ke lantai, ke pintu—asal tidak menatap langsung ke arah mata Alia."E-eh, iya, Kak! Gak apa-apa! Santai saja, aku tahu Kakak cuma kaget karena takut gelap tadi," sahut Arhan dengan suara yang mendadak cempreng karena gugup. Ia berdehem beberapa kali untuk menetralkan suaranya. "Nah... lagian sekarang lampunya sudah menyala. Berarti... semuanya sudah aman, kan?"Alia hanya bisa menunduk dalam-dalam, meremas ujung kaus kekecilan milik Arhan yang digunakannya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau copot. "Iya... sudah menyala."Arhan mencoba tersenyum, meski senyumannya terlihat sangat kaku karena menahan gejolak di dadanya. "Ya sudah kalau begitu, Kak. Kakak bisa melanjutkan tidurnya dengan tenang. Selamat malam, Kak."

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 91 : Mati Lampu

    Arhan yang menyadari arah pemikiran Alia langsung berdehem pelan, mencoba menghilangkan ketegangan di antara mereka. "Ah, soal itu! Kakak bisa tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah ini, ngga jauh dari ruang keluarga. Perlengkapan di kamar itu sudah lengkap kok, Kak. Kasurnya luas, selimutnya tebal, dan ada kamar mandi dalam juga. Jadi Kakak tidak perlu khawatir, semuanya aman dan privat. Aku tidur di lantai atas."Alia mengembuskan napas lega yang sangat kentara, merasa bersyukur karena Arhan sangat peka dan menghormati batasannya. "Baiklah. Terima kasih."Arhan beranjak menuju kamarnya, begitu sampai di depan lemari pakaiannya, ia mulai membongkar tumpukan baju. Ia menarik beberapa kaus oblong hitam dan abu-abu miliknya, namun begitu membayangkannya, ia langsung menggelengkan kepala."Kausku ukurannya XL semua. Kalau dipake Kak Alia, yang ada tenggelam. Malah kayak daster kebesaran," gumam Arhan pada diri sendiri.Ia terus mencari hingga ke bagian laci paling bawah. Tiba-tiba,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status