Ibra semakin mengeratkan pelukannya. "Aku sudah membawa pasangan. Sebaiknya kamu pergi," usirnya membuat sang wanita kecewa.Kedua mata Aya mengerjap tak percaya. Tenyata ia diajak oleh sang Presdir hanya untuk mengusir para wanita penggoda."Pak... Lepaskan saya, dia sudah pergi," bisik Aya sembari mendorong dada bidang Ibra.Ibra tidak menunggu Aya menyelesaikan dorongannya. Satu tangannya mencengkeram pergelangan tangan wanita itu. Tidak kasar, tapi cukup kuat untuk menegaskan siapa yang memegang kendali. Ia menunduk sedikit, suaranya rendah namun penuh tekanan."Kamu harus patuh padaku. Malam ini kamu menjadi pasanganku hingga selesai," ujar Ibra.Aya terdiam. Mulutnya sedikit terbuka, namun Ibra kembali berkata, "Kamu tidak punya pilihan."Aya menelan ludah. Jantungnya berdetak cepat, seolah dadanya tak cukup luas menampung ketakutan yang mulai muncul. Ia kini tahu, sejak detik ia menerima ajakan pria itu, ia sedang berjalan di wilayah yang sangat berbahaya. Dan inilah yang terja
Terakhir Diperbarui : 2026-01-03 Baca selengkapnya