Share

Tergoda Pesona Adik Ipar
Tergoda Pesona Adik Ipar
Author: CAHAYA HATI

Bab 1

Author: CAHAYA HATI
last update Last Updated: 2025-12-22 23:25:37

Pukul sembilan malam, Lena baru pulang dari kantor. Ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah sepi karna putra semata wayang nya pasti sudah tidur.

"Apa Gala sudah tidur, Bi?" tanya Lena pada pembantunya yang membukakan pintu.

"Sudah, nyonya." Jawab Bi Atun dengan suara lembut. Tangan nya sibuk mengunci pintu, memastikan pintu sudah benar-benar terkunci dengan sempurna.

"Kalau Mas Sky? Apa dia juga sudah tidur?" Tanya Lena, lagi.

"Kalau tuan saya tidak tau nyonya, tapi sepertinya beliau sudah berada di dalam kamar nya. Tadi setelah selesai makan malam dan menidurkan Den Gala, tuan langsung masuk ke dalam kamar." Jawab Bi Atun menjelaskan.

Lena mengangguk kecil, ia lngsung meninggalkan Bi Atun begitu saja, berjalan menuju ke kamarnya. Sebelum Lena masuk ke dalam kamar, Bi Atun lebih dulu bertanya. "Nyonya... apa nyonya mau makan malam biar saya siapkan? Atau nyonya mau saya buatin minuman hangat?" tanyanya pada sang majikan, sudah jadi kebiasaan Bi Atun, setiap sang majikan baru pulang dari luar pasti menawarkan makanan atau minuman.

"Tidak perlu Bi, saya sudah makan malam di luar tadi. Sekarang saya mau langsung istirahat," jawab Lena. Bi Atun mengangguk kecil, membiarkan majikanya melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kamar.

"Lembur lagi?" Tanya Sky, saat sang istri baru membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Ia tengah duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala ranjang, di pangkunya ada laptop yang masih menyala. Sky sedang mengecek ulng laporan yang di kirim asisten pribadinya, sambil menunggu kepulangan sang istri karna ingin mengajak bermesraan, apa lagi sekarang malam Jumat, waktunya menjalani sunah Rasull.

"Iya, Mas." Jawab Lena, sambil mengulas senyum tipis. Dia melangkah mendekati lemari kaca berisi koleksi tas branded miliknya, meletakkan tas yang baru saja di pakainya kedalam tempatnya semula.

Sky hanya memperhatikan apa yang dilakukan istrinya dari atas tempat tidur. "Kamu kok belum tidur Mas, lagi ngerjain apa sih?" Tanya Lena, tanpa menoleh pada suaminya. Ia sedang sibuk melepaskan semua asesoris yang di pakai nya.

"Belum... aku lagi ngecek ulang laporan sambil nungguin kamu pulang." Jawab Sky, jujur.

Lena mengangguk kecil sebagai respon. "Aku mau mandi dulu ya, Mas. Udah gerah banget soalnya setelah seharian beraktivitas." Tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Lena mengambil handuk dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

*****

Di dalam kamar mandi, Rena melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia masuk ke dalam bath tub yang sudah berisi air hangat dan sabun untuk berendam merilekskan tubuhnya yang terasa lelah.

"Aahhh... lelahnya," suara desahan kecil lolos dari mulut Lena saat merasakan air hangat menyentuh kulitnya.

Lena memejamkan mata, mengingat momen panas yang tadi dia lakukan bersama atasannya sebelum pulang kerumah. Ya, di belakang suaminya ia menjalin hubungan terlarang dengan bosnya.

Lena bekerja di salah satu perusahaan ternama sebagai sekretaris. Awal bekerja semua berjalan normal dan profesional, namun semenjak mereka sering bepergian berdua keluar kota untuk urusan pekerjaan, hubungan terlarang itu pun pelan-pelan mulai terjalin.

tok... tok... tok...

Lena yang tengah memejamkan mata terkejut mendengar suara ketukan pintu, ia berdecak kesal karna ada yang menganggu aktivitas nya, ia yakin jika sang suami lah pelakunya.

"Ck, ngapain sih Mas Sky pake acara ketuk pintu segala? ganggu kegiatan aku aja," sungut Lena merasa tak senang.

"Sayang... kamu lama banget sih mandi nya. Buruan dong... udah malam nggak baik mandi terlalu lama." Seru Sky dari depan pintu kamar mandi.

"Iya, Mas! Kamu bawel bnget sih, ini bentar lagi juga udah kelar." Sahut Lena, seraya misuh-misuh.

Lena segera menyelesaikan aktivitas mandi nya, menyambar handuk yang tergantung di atasnya dan mengelap tubuhnya yang basah.

Ceklek...

Lena membuka pintu kamar mandi, wajahnya tampak sedikit kesal. "Kamu ngapain sih Mas gangguin aku, orang lagi asik berendam juga." Sungut nya, menatap sinis pada Sky.

Sky hanya tersenyum manis, kemudian menarik lembut tangan istrinya membawa Lena untuk duduk di tepi ranjang. "Sayang... ini kan malam Jumat, waktunya kita ibadah enak." Kata Sky, sambil tersenyum nakal.

Lena memutar malas manik matanya, dia sedang tidak ingin melakukan hubungan intim dengan suaminya. Toh dia juga baru saja melakukan itu sebelum pulang dari kantor dengan atasannya, tentu saja ia akan menolak ajakan suaminya. "Aku capek banget Mas, mau langsung istirahat karna besok pagi aku hrus datang lebih cepat ke kantor. Lain kali aja ya?" Ujar Lena, tanpa memikirkan perasaan suaminya yang pasti kecewa.

Tanpa merasa bersalah, Lena beranjak dari tepi ranjang menuju walk in closet untuk berganti pakaian tidur. Hanya butuh waktu beberapa menit, ia akhirnya keluar dari ruangan itu sudah mengenakan piyama. Lena langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, tidak menghiraukan wajah kecewa dari suaminya yang sudah rela menunda istirahatnya demi menunggu sang istri pulang untuk di ajak bercinta.

"Tidur Mas, udah malam ini." Seru Lena, sambil memejamkan mata.

Sky menghela nafas panjang, mau tidak mau dia harus menelan rasa kecewa karna penolakan sang istri. Kalau Sky mau, sebenarnya bisa saja dia memaksa istri nya, namun dia bukan tipe suami egois. Tiba-tiba Sky teringat pada putranya yang sejak tadi merindukan mamanya, ia pun berkata pada Lena. "Sayang... kamu nggak mau ngelihat Gala dulu di kamarnya? Dia itu kangen banget lho sama mamanya, minimal kamu cium ataupun peluk Gala sebentar."

Lena mendengus kesal, menurut nya suaminya terlalu bawel. "Buat apa? Gala juga udah tidur kan, jadi ngapain aku lihat dia, yang ada aku bakalan gangguin dia tidur. Udahlah Mas besok pagi aja kan bisa, aku tu capek banget tau, nggak pengertian banget sih kamu jadi suami." Semprot Lena, dengan nada ketus.

Dengan terpaksa, Sky hanya bisa diam lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri, tangannya terulur untuk memeluk pinggang ramping istrinya. Tanpa di duga, Lena langsung menepis tangan suaminya. "Mas... nggak usah pakai acara peluk-peluk segala, aku risih." Ucap Lena, tanpa perasaan.

"Aku cuma mau peluk doang masa nggak boleh sih, sayang?" Seru Sky, dengan nada getir.

Lena mencebik kecil, tidak perduli pada perasaan Sky. "Udah di bilang risih juga, masih juga nggak ngerti. Aku tu capek banget lho Mas habis lebur, tolong ngerti sedikit kek, jangan egois." Sungut Lena sambil ngomel-ngomel, ia menolak di sentuh dalam bentuk apapun oleh suaminya.

Tiba-tiba...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 5

    Sky baru selesai menyelesaikan urusannya dengan orang yang hampir saja di tabrak nya. Meski tidak sepenuhnya kesalahannya, Sky tetap meminta maaf dan memberikan uang kompensasi pada orang tersebut.Sky masuk kembali ke dalam mobil, ia merasa sedikit heran karna tidak melihat istrinya Lena, yang semula duduk di kursi penumpang sebelah kemudi. Sky pun menoleh ke belakang, hanya ada putra nya Gala, duduk sendirian di kursi penumpang bagian belakang."Mama kemana Gala? Kok kamu sendirian?" Tanya Sky, memasang wajah penasaran."Mama sudah berangkat ke kantor Pa, tadi waktu Papa turun dari mobil untuk melihat orang itu, bos Mama nelponin terus. Jadinya Mama berangkat ke kantor pakai taksi," jawab bocah berusia lima tahun itu jujur.Sky tampak sangat kesal dan kecewa, ia merasa semakin hari semakin tidak di hargai oleh istrinya. "Keterlaluan sekali kamu Lena, pergi begitu saja tanpa berpamitan pada ku. Semakin hari kamu semakin berubah, lebih memprioritaskan karir di bandingkan keluarga keci

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 4

    Chit.... Bunyi suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal, untungnya Sky bisa mengerem mendadak hingga tidak terjadi kecelakaan. Semua orang yang ada di dalam mobil sudah tampak panik dan ketakutan, terutama Gala yang masih anak-anak. "Nyaris saja aku nabrak orang!" Gumam Sky lirih, sebelum turun dari mobil dan melihat orang yang hampir saja di tabrak nya, ia lebih dulu melihat kondisi putranya di bangku penumpang yang ada di belakang. "Gala baik-baik saja kan, Nak?" Tanya Sky, dengan nada lembut. Bocah berusia lima tahun itu langsung mengangguk. "Iya pa, Gala baik-baik saja. Papa hati-hati bawa mobilnya, ya?" "Iya, sayang. Maafin Papa ya sudah membuat Gala ketakutan, Papa janji akan lebih hati-hati lagi bawa mobilnya. Sekarang Gala sama Mama tunggu di mobil dulu ya sebentar, Papa mau mengecek orang yang tadi hampir kecelakaan." "Iya, Pa." Jawab Gala, patuh. Berbeda dengan respon Gala, Lena justru melarang suaminya untuk turun dari mobil. "Kamu ngapain sih Mas pake n

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 3

    Deg.... Seketika jantung Lena terasa seperti berhenti berdetak, kata-kata sindiran dari suaminya berhasil melukai perasaannya sebagai seorang ibu. Tidak terima dengan ucapan Sky, yang menyebutnya tidak punya waktu untuk mengurus sang putra, meskipun itu sebuah kenyataan. Lena langsung melayangkan protes pada suaminya. "Maksud kamu ngomong seperti itu apa, Mas? Kamu mau meracuni pikiran Gala yang masih muda suci supaya dia membenci aku?" Tanya Lena dengan nada tinggi, berhasil membuat Gala ketakutan lalu memeluk erat leher sang ayah. "Papa... Gala takut. Mama kenapa jadi marah-marah seperti monster?" Seru Gala dengan suara bergetar. Sky tampak memasang wajah datar saat menatap istrinya, kemudian menenangkan anaknya yang masih tampak ketakutan. "Gala tenang ya jangan takut, Mama tidak marah sama Gala kok." Ucapnya dengan sangat lembut. Anak kecil itu mengangguk, kedua matanya berkaca-kaca menatap ibunya. Lena menghela nafas panjang, kemudian berjalan mendekati putranya. "S

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab2

    Tiba-tiba ponsel milik Lena, yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur berbunyi. Lena yang sudah memejamkan mata langsung kembali terbuka, dengan cekatan tangan nya meraih benda canggih itu dan mengecek siapa yang menghubunginya malam-malam. "Pak Ronald," gumam Lena dengan nada lirih, ternyata yang menghubungi nya adalah atasannya. Ia langsung melirik pada suaminya, Sky tampak hanya diam menatap penasaran pada sang istri. "Siapa yang menghubungi kamu malam-malam begini? Nggak usah di angkat telponnya, bukannya tadi kamu bilang lagi capek banget ya mau istirahat." Ujar Sky, dengan nada datar. Lena mencebik kecil, merasa jika suaminya sangat bawel. "Ini bos aku Mas, ya kali nggak aku angkat telponnya." Jawab Lena, dengan nada ketus. "Ya tapi ini kan sudah malam, bukan waktunya jam kerja juga." Lanjut Sky, membantah jawaban istrinya. Bukanya nurut apa yang dikatakan suaminya, Lena malah melengos dan beranjak dari atas tempat tidur menuju pintu keluar kamar untuk mengangka

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 1

    Pukul sembilan malam, Lena baru pulang dari kantor. Ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah sepi karna putra semata wayang nya pasti sudah tidur. "Apa Gala sudah tidur, Bi?" tanya Lena pada pembantunya yang membukakan pintu. "Sudah, nyonya." Jawab Bi Atun dengan suara lembut. Tangan nya sibuk mengunci pintu, memastikan pintu sudah benar-benar terkunci dengan sempurna. "Kalau Mas Sky? Apa dia juga sudah tidur?" Tanya Lena, lagi. "Kalau tuan saya tidak tau nyonya, tapi sepertinya beliau sudah berada di dalam kamar nya. Tadi setelah selesai makan malam dan menidurkan Den Gala, tuan langsung masuk ke dalam kamar." Jawab Bi Atun menjelaskan. Lena mengangguk kecil, ia lngsung meninggalkan Bi Atun begitu saja, berjalan menuju ke kamarnya. Sebelum Lena masuk ke dalam kamar, Bi Atun lebih dulu bertanya. "Nyonya... apa nyonya mau makan malam biar saya siapkan? Atau nyonya mau saya buatin minuman hangat?" tanyanya pada sang majikan, sudah jadi kebiasaan Bi Atu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status