Share

Bab 4

Author: CAHAYA HATI
last update publish date: 2026-01-06 19:29:24

Chit....

Bunyi suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal, untungnya Sky bisa ngerem mobilnya mendadak hingga tidak sampai terjadi kecelakaan. Semua orang yang ada di dalam mobil sudah tampak panik dan ketakutan, terutama Gala yang masih anak-anak.

"Nyaris saja aku nabrak orang!" Gumam Sky lirih, sebelum turun dari mobil dan melihat orang yang hampir saja di tabrak nya, ia lebih dulu melihat kondisi putranya di bangku penumpang yang ada di belakang.

"Gala baik-baik saja kan, Nak?" Tanya Sky, dengan nada lembut, memastikan putranya dalam keadaan baik.

Bocah berusia lima tahun itu langsung mengangguk. "Iya pa, Gala baik-baik saja. Papa hati-hati bawa mobilnya, ya?"

"Iya, sayang. Maafin Papa ya sudah membuat Gala ketakutan, Papa janji akan lebih hati-hati lagi bawa mobilnya. Sekarang Gala sama Mama tunggu di mobil dulu ya sebentar, Papa mau mengecek orang yang tadi hampir kecelakaan."

"Iya, Pa." Jawab Gala, patuh.

Berbeda dengan respon Gala, Lena justru melarang suaminya untuk turun dari mobil. "Kamu ngapain sih Mas pake ngecek orang itu segala? Buat apa coba, buang-buang waktu aja! Udahlah nggak perlu pake di cek segala, kan nggak ketabrak juga. Lagian salah orang itu juga yang nyebrang jalan nggak lihat-lihat dulu, punya mata kok nggak di pakai." Sungut Lena sambil ngomel-ngomel.

"Tapi Len, kasihan orang itu. Dia pasti sangat shock dan trauma karna nyaris saja hampir aku tabrak, ya alhamdulilah nya semua itu bisa terhindar, tapi tetep kita harus menunjukkan rasa tanggung jawab." Kata Sky, memberi pengertian kepada istrinya.

Dasar nya Lena emang seorang istri yang egois, dia tetep tidak perduli dengan penjelasan dari suaminya. "Bodo amat Mas, aku nggak perduli. Buruan kita lanjut lagi perjalanan, aku udah telat ini. Kamu dengar kan sedari tadi ponsel aku terus berbunyi? Itu bos aku yang ngehubungi terus-terusan."

Kali ini Sky tidak perduli dengan perkataan istrinya, dia tidak bisa lari dari tanggung jawabnya begitu saja. "Terserah kamu mau bilang apa Len, kali ini aku tidak setuju dengan pendapat kamu."

Tanpa menunggu bantahan dari istrinya, Sky langsung turun dari mobil untuk melihat orang yang sudah di kerumunan warga. Sementara di dalam mobil, Lena tampak sangat kesal pada suaminya yang di anggap lebih mementingkan orang lain di bandingkan dirinya.

"Mama sabar ya Ma, Papa cuma sebentar kok." Seru Gala, mencoba menenangkan ibunya yang sedari tadi terus mengomel.

Lena menghela nafas panjang, kemudian menoleh ke belakang. "Tapi Mama harus buru-buru berangkat ke kantor sayang. Gala berangkat ke sekolah nya di antar Papa saja ya? Mama sudah telat sekali berangkat kerja nya, nanti Mama bisa di marah sama bos Mama lho, emang Gala mau Mama di marahin?" Tanya Lena memasang wajah sedih.

Wajah Gala pun ikutan sedih, anak kecil itu menggeleng kan kepalanya. "Gala tidak mau Mama di marahin sama bos Mama, tapi Gala ingin ke sekolah di antara Mama. Gala tidak mau berangkat ke sekolah di antar Sus lagi, Gala selalu di ejek sama teman-teman Gala. Mereka bilang kalau Mama tidak sayang sama Gala karna Mama tidak pernah mengantar jemput Gala ke sekolah." Jawabnya dengan suara bergetar, dan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.

Ponsel Lena kembali berbunyi, Ronald lah yang menghubungi karna sudah tidak sabar untuk bertemu sekretaris sekaligus kekasihnya itu. "Gala lihat ini, bos Mama terus-terusan menghubungi Mama. Gala tolong dong sayang... tolong ngerti keadaan Mama." Pinta Lena, sambil memasang wajah memelas.

Gala hanya diam, ia bingung harus bagaimana. Di satu sisi Gala merasa kasihan pada Mama nya, namun di sisi lain ia sangat juga sangat menginginkan di antar ke sekolah oleh Mama nya. "Gala jangan sedih sayang. Mama janji, kapan-kapan akan mengantar dan menjemput Gala ke sekolah. Tapi untuk sekarang ini Mama benar-benar tidak bisa sayang, ayolah Gala... tolong mengerti keadaan Mama." Lena memohon pada putranya. "Nanti Mama akan menghubungi aunty Senja, meminta dia untuk tinggal di rumah kita dan merawat Gala."

Ternyata bujuk rayu Lena kali ini berhasil, wajah Gala yang semula sedih seketika langsung berbinar. "Aunty Senja akan tinggal di rumah kita? Mama tidak bohongin Gala kan, kapan Aunty Senja akan datang?" Tanya Gala, yang kini memang wajah antusias, tidak tampak sedih lagi seperti sebelumnya. Bahkan bocah tersebut tampak sangat tidak sabaran.

"Nanti mama hubungi aunty kamu itu ya? Sore nanti atau besok pagi aunty sudah sampai di rumah kita. Sekarang Mama berangkat ke kantor dulu ya, Gala ke sekolah di antara Papa, ok?" Lena kembali meminta izin pada putranya.

"Iya, Ma." jawab Gala, setuju setelah di janjikan aunty nya akan datang.

Lena tersenyum lega. Tanpa meminta izin dulu pada suaminya, ia langsung memesan taksi online lewat salah satu aplikasi. Selesai memesan taksi, Lena yang akan meninggalkan putranya selama lima hari, meminta Gala untuk memeluk dan menciumnya sebentar. "Udah ya nak, Gala baik-baik di rumah sama Papa dan aunty nanti. Sekarang Mama pergi dulu ya, itu taksi Mama sudah datang." Pamit Lena pada putra semata wayangnya.

Gala mengangguk kecil, "Mama hati-hati ya? Jangan lupa nanti aunty Senja suruh datang ke rumah kita buat nemani Gala." ucapnya sebelum berpisah.

"Iya, sayang. Nanti di dalam taksi Mama langsung hubungi aunty kamu, bay Gala...." ujar Lena, melambaikan tangan.

Gala membalas lambaian tangan ibunya, dari dalam mobil dia memperhatikan ibunya yang masuk ke dalam taksi lalu pergi menjauh.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 32

    Senja melangkah keluar dari kamar Gala dengan gerakan yang sangat pelan, seolah takut membangunkan keponakannya yang baru saja terlelap. Wajahnya masih terlihat lelah, mata yang semula berbinar kini menyimpan kekhawatiran mendalam. Sejak pulang dari sekolah, Gala memang tak henti merengek, bahkan terkadang sampai menangis bertanya tentang keberadaan ayah dan ibunya, pertanyaan-pertanyaan yang Senja sendiri tak mampu jawab dengan pasti. Suara kecil Gala yang terus memanggil nama kedua orang tuanya mengiris hati Senja, membuat dadanya sesak setiap kali harus berpura-pura tersenyum untuk menenangkan Keponakannya.Senja menatap ke arah pintu kamar yang baru saja ia tutup perlahan, napasnya tertahan sejenak. Dalam keheningan malam yang mulai merayap masuk, ia merasakan beban berat menggantung di pundaknya. Kakak dan kakak iparnya belum kembali sejak pertengkaran hebat semalam, dan ketidakhadiran mereka menciptakan kekosongan yang menusuk di rumah mewah ini."Akhirnya Gala, bisa tidur juga,

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 31

    Pagi-pagi sinar matahari yang masuk melalui jendela besar rumah mewah ini terasa lebih dingin dan hampa dari hari-hari biasanya. Suasana yang biasanya masih terdengar suara tawa dari Gala saat bercanda dengan ayahnya Sky, kini berubah menjadi sunyi yang menusuk. Senja duduk di sebelah keponakannya Gala, menatap bocah kecil dengan wajah polos itu yang sedang sarapan dengan tenang menikmati bubur ayam."Kemana sih Mbak Lena sama Mas Sky? Kok sampai pagi begini belum juga pada pulang, ya?" Senja bertanya dalam hati, suaranya lirih dan penuh kegelisahan. Matanya tak lepas dari sosok Gala yang sesekali menatap ke arahnya."Apa mereka tidak peduli sama Gala? Kalaubiya, ksihan sekali Gala, jadi korban keegoisan orang tuanya. Lebih tepatnya Mbak Lena sih yang salah karna dia sudah mengkhianati suaminya di belakang." Senja menghela napas panjang, dadanya terasa sesak. Rasa sedih dan kekhawatiran pada sang keponakan melingkupi hatinya, seolah rumah megah ini hanyalah sebuah istana kosong tanpa

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 30

    Setelah Senja keluar dari ruang kerja Sky dengan langkah cepat, Lena menatap sosok suaminya yang masih tenggelam dalam layar laptopnya. Wajahnya yang tadi penuh sinisme saat menatap sang adik, kini berubah menjadi senyum manis yang mengembang. Dengan langkah ringan, dia mendekat pada Sky, lalu memeluk nya dari belakang, merengkuh tubuhnya seolah ingin menghapus penat yang terlihat di wajah lelaki itu. "Mas... kamu masih kerja ya?" suaranya lembut, nyaris berbisik. Namun Sky tak mengalihkan pandangannya dari layar laptop, jari-jarinya tetap menari di atas keyboard tanpa menanggapi pelukan istrinya itu. Lena menunduk sedikit, bibirnya mengerut pelan, lalu mencoba menggoda dengan sentuhan tangannya yang mulai meraba dada Sky. "Ini udah malam lho, Mas. Bisa dilanjutkan besok lagi kerjanya," ujarnya penuh harap, mencoba mencuri perhatian suaminya.Sayangnya Sky tetap dingin, seolah Lena hanyalah bayangan yang tak berarti di sela kesibukan itu. Hatinya masih begitu sakit dengan pengkhianat

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 29

    Selesai makan malam bersama putra dan adik iparnya, Sky langsung kembali ke kamar, ia masuk ke ruang kerja yang ada di dalam kamar, menyelesaikan pekerjaan yang sengaja dibawa pulang karna malas lembur di kantor. Sementara itu, dimeja makan Senja baru selesai makan malam bersama keponakannya, Gala. Dari arah pintu, muncul Lena yang baru pulang dari kantor, melihat putranya duduk di meja makan ia langsung menyapa dengan suara lembut. "Selamat malam, sayang." Senja dan Gala, menoleh ke arah sumber suara, Gala langsung berlari kecil menuju pintu begitu Lena muncul. "Mama..." Soraknya kegirangan. Mata bocah itu berbinar-binar, tangan mungilnya meraih ke arah sang ibu. Lena menunduk sejenak, membalas pelukan Gala dengan hangat, wajahnya menunjukkan sedikit kelelahan yang tersamar oleh senyum penuh kasih. "Gala udah selesai makan malam, ya?" Tanya Lena, mengusap rambut Gala dengan lembut, suaranya hangat meski sedikit letih. Senja mengamati momen itu dari meja makan, merasa ada kehan

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 28

    Senja menatap Sky dengan mata membesar, detak jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Jalanan menuju komplek perumahan Green Garden sudah terlewati, namun Sky terus mengendarai mobil nya. "Lho, Mas... ini kita mau kemana?" Tanya Senja penasaran, suaranya sedikit bergetar, mencoba menyembunyikan rasa ketakutana yang mulai merayap.Sky tetap mengemudi dengan tenang, jarinya mantap menggenggam setir, matanya fokus ke depan. Ia menjawab pertanyaan Senja tanpa menoleh, suaranya terdengar dingin tapi tetap santai, "Kita ke hotel."Kata-kata itu seperti petir di siang bolong bagi Senja. Ia menoleh ke arah Sky, tatapannya langsung mengunci pada kakak iparnya dengan campuran panik dan curiga. "Ngapain kita ke hotel, Mas? Kamu jangan macam-macam ya? Ingat... aku ini adik iparmu, adeknya Mbak Lena, istrinya Mas Sky," katanya dengan suara sedikit meninggi, berusaha menegaskan posisinya dan menjaga jarak.Sky tersenyum tipis, tatapan matanya tetap lurus ke depan, dengan nada santai ia menjawab pert

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 27

    Pagi itu sinar matahari menembus jendela, menerangi meja makan yang sudah tersusun rapi dengan piring-piring berisi sarapan hangat. Senja melangkah masuk keruang makan, matanya menangkap wajah-wajah yang sudah familiar: Lena dengan setelan kerja yang rapi, wajahnya tampak cantik dengan make up flawlees, rambutnya tersisir sempurna. Dia melirik Senja dari sudut matanya, terlihat ada ketegangan di sana, teringat tentang kejadian tadi malam.Di samping Lena, Sky duduk tegap mengenakan jas kantor, wajahnya tampak serius dan tenang, seolah tidak perduli dengan keadaan di sekitarnya kecuali pada sang putra, Gala.Senja mengambil tempat duduk di bangku sebelah Gala, keponakannya yang pintar, lucu dan lincah. Gala yang sudah rapi dengan seragam itu langsung memandang Senja dengan mata berbinar, menyapa dengan suara riang, "Selamat pagi, Aunty!"Senja tersenyum lembut, menundukkan kepala sedikit sambil mengusap rambut Gala dengan penuh kasih. "Pagi, sayang," ucap Senja dengan suara hangat, mem

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 14

    Senja melangkah perlahan menuju walk in closet, jemarinya gemetar saat membuka pintu dan meraih setelan jas hitam yang rapi tergantung di dalamnya. Dengan hati-hati, ia megambil pakaian itu dan membawanya ke arah kakak iparnya yang tengah duduk di tepi ranjang, hanya mengenakan handuk putih yang ma

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 1 0

    Gala sudah masuk ke dalam kelasnya, kini tinggal Sky dan Senja, yang masih berada di depan sekolah Gala. Senja berdiri kaku di samping mobil hitam yang terparkir rapi, matanya sesekali menatap Sky dengan campuran rasa canggung dan ragu. Udara pagi yang sejuk seolah menambah ketegangan pada Senja. Sk

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 9

    Pagi ini Senja sangat sibuk, dari mulai masak untuk sarapan dan mengurus segala keperluan dan kebutuhan keponakannya Gala, yang akan berangkat ke sekolah, ia sudah seperti seorang ibu untuk keponakannya itu.Senja duduk di sebelah Gala, menyuapi keponakannya nasi dan lauk sup ayam yang tadi ia masa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 8

    Bukannya Sky tidak suka dengan keberadaan Senja di rumahnya saat ini, hanya saja dia sedikit terkejut dengan kedatangan adik iparnya yang tiba-tiba, apalagi saat ini istrinya sendang tidak ada di rumah. Saat ini lelaki tersebut sedang duduk di balkon kamar, menikmati sebatang rokok yang terselip

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status