Teilen

Bab 5

last update Veröffentlichungsdatum: 07.01.2026 17:12:08

Sky baru saja menyelesaikan urusannya dengan orang yang hampir saja di tabrak nya. Meski tidak sepenuhnya kesalahannya, namun Sky tetap meminta maaf dan memberikan uang kompensasi pada orang tersebut.

Sky masuk kembali ke dalam mobil, ia merasa sedikit heran karna tidak melihat keberadaan istrinya Lena, yang semula duduk di kursi penumpang sebelah kemudi. Sky pun menoleh ke belakang, hanya ada putra nya Gala, duduk sendirian di kursi penumpang bagian belakang.

"Mama kemana Gala? Kok kamu sendirian?" Tanya Sky, memasang wajah penasaran.

"Mama sudah berangkat ke kantor Pa, tadi waktu Papa turun dari mobil untuk melihat orang itu, bos Mama nelponin terus. Jadinya Mama berangkat ke kantor pakai taksi," jawab bocah berusia lima tahun itu jujur.

Sky tampak sangat kesal dan kecewa pada istrinya, ia merasa semakin hari semakin tidak di hargai oleh Lena. "Keterlaluan sekali kamu Lena, pergi begitu saja tanpa berpamitan dulu pada ku. Semakin hari kamu semakin berubah, lebih memprioritaskan karir di bandingkan keluarga kecil kita." Sungut Sky, dengan dada yang terasa sesak.

"Papa... ayo kita lanjut jalan, nanti Gala bisa terlambat ke sekolah." Seru Gala, berhasil mengejutkan Sky.

Sky menghela nafas panjang sebelum menjawab perkataan putranya. "Iya sayang, ini juga Papa mau jalan." Jawab Sky, seraya menghilangkan kontak mobil nya.

Tak butuh waktu lama mobil yang di Kendarai Sky sudah sampai di depan sekolah Gala, ia turun dari mobil lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk putranya. Dengan cekatan Sky membantu Gala turun dari mobil, menggandeng anaknya menuju pintu gerbang sekolah. Di sana sudah ada seorang Guru yang menyabut para muridnya, dia tersenyum manis saat menyambut Gala dan Papanya yang baru datang.

"Selamat pagi Gala, selamat pagi pak Sky." Ucap seorang Guru wanita dengan ramah.

"Selamat pagi, Bu..." Sahut Gala, dengan semangat. Sementara Sky hanya tersenyum kecil pada Guru anaknya.

Semua murid di TK Ceria ini hanya di antara dan di jemput sampai depan gerbang sekolah saja, mereka di sambut oleh Guru, tujuan adalah agar semua murid lebih mandiri dan percaya diri.

"Gala, Papa pergi kerja dulu ya? Gala belajar yang rajin di sekolah, jangan nakal ya sayang. Nanti pulang sekolah Papa akan jemput Gala." Pesan Sky pada putranya sebelum ia pergi bekerja.

Gala anak yang sangat penurut dan pengertian, Bocah kecil itu pun mengangguk patuh. "Iya Pa, Papa hati-hati di jalan ya? Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, nanti kaya tadi hampir kecelakaan." Serunya mengingatkan ayahnya.

"Iya sayang, Papa janji tidak akan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Ya sudah sekarang Gala masuk ke dalam kelas ya? Tapi sebelumnya salam dulu sama Papa."

Sky mengulurkan tangan, Gala langsung menyalami dan mencium punggung tangan ayahnya. Setelah nya mereka pun berpisah untuk sementara waktu.

*****

Sky baru sampai di rumah, hari ini ia tidak jadi berangkat ke kantor karna tiba-tiba tidak bersemangat, itu semua gara-gara ulah istrinya yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.

Tok... tok... tok...

Sky mengetuk pintu rumahnya, dari arah dalam Rini membuka pintu. Ia terkejut saat melihat majikannya yang sudah memakai setelan kerja kembali ke rumah, padahal biasanya jam segini Sky pasti sudah berada di kantor.

"Apa ada barang yang ketinggalan, Tuan?" Tanya Rini dengan ekspresi ragu-ragu.

Sky merespon pertanyaan Rini hanya dengan gelengan kepala, wajahnya tampak datar. "Hari ini saya tidak berangkat ke kantor, nanti kalau istri saya menghubungi kamu, bilang saja saya sedang tidak enak badan." Ujar Sky pada Rini.

Pengasuh anak nya itu mengangguk kecil, "baik, Pak."

Sky tidak berkata apa-apa lagi, ia langsung pergi melangkah menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. sementara itu, Rini menghela nafas lega, ia selalu gugup dan sedikit takut jika berinteraksi langsung dengan majikan laki-lakinya itu. Aura Sky terlalu mendominasi, membuat Rini sedikit takut.

"Tuan kenapa Rin?" Tanya Bi Atun, berhasil mengejutkan Rini yang melamun. Gadis itu tersentak kaget sampai memegangi dadanya yang sudah berdebar kencang.

"Ya ampun Bibi... ngagetin aku aja sih." Jawab Rini, "aku juga nggak tau Tuan kenapa Bi. Tapi kelihatannya lesu gitu." Ucapnya menjelaskan pada Bi Atun.

Bi Atun mengangguk kecil, sebagai orang yang sudah bekerja sangat lama di keluarga Sky, ia tau apa yang di rasakan majikannya itu. Sebenarnya dulunya Bi Atun itu adalah Art di rumah orang tua Sky, ia bekerja di sana dari Sky masih duduk di bangku SMA. Hingga pada akhirnya Sky menikah dengan Lena, Bi Atun di perintahkan oleh Ibunya Sky untuk bekerja di rumah anaknya.

"Kasihan sekali Tuan Sky, Nyonya semakin hari semakin sibuk dengan karir nya dan mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri dan seorang ibu untuk Den Gala." Celetuk Bi Atun pada Rini.

"Iya, Bi. Hampir tiap hari nyonya pergi pagi dan pulang malam, jika waktu libur pun nyonya masih selalu sibuk. Kadang saya sangat kasihan pada Den Gala, dia selalu tampak murung karna merindukan mamanya. Apalagi akhir-akhir ini Den Gala sering nangis dan kesal karna ingin di perhatikan nyonya, dia sampai tidak mau di urus sama saya." ujar Rini, perawat Gala yang sedang curhat pada Bi Atun.

"Bibi juga kasian Rin, tapi mau bagaimana lagi, kita tidak bisa ikut campur dan melakukan sesuatu buat Den Gala. Bibi hanya bisa berdoa, semoga saja nyonya segera berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak dan suaminya."

"Amin..." Rini mengaminkan ucapan Bi Atun. "Seandainya saja saya jadi nyonya, sudah pasti saya akan lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga yang hanya fokus mengurusi anak dan suami. Apa lagi yang mau saya cari, punya suami tampan, kaya raya dan hidup serba kecukupan, memiliki anak yang pintar seperti Den Gala." Kata Rini pada Bi Atun.

"Sayang nya kamu bukan nyonya Rin, udah simpan saja khayalan kamu itu." celetuk Bi Atun sambil terkekeh kecil, sementara Rini sudah memanyunkan bibirnya.

*****

Di Desa, Senja mendapat telepon dari kakaknya Lena. Dia di perintahkan untuk segera berangkat ke kota untuk mengasuh keponakannya, Gala. Awalnya Senja menolak karna dia merasa segan harus tinggal di rumah kakaknya, sementara sang kakak tidak berada di rumah, namun Lena terus memaksa adiknya sampai mengadu pada ibunya. Alhasil Senja kena omel ibunya, dan di paksa untuk menuruti perintah kakaknya. Hingga pada akhirnya ia pun setuju untuk berangkat ke kota siang ini, untung nya jarak dari Desanya ke kota hanya memakan waktu sekitar dua jam menggunakan angkutan umum.

Senja sudah tiga kali berkunjung ke rumah sang kakak sendirian mengunakan angkutan umum, namun biasanya ia hanya menginap satu atau dua hari saja karna segan pada kakak iparnya, itupun jika sang kakak ada di rumah baru Senja mau menginap.

"Mbak Lena ngapain sih nyuruh aku tinggal di rumah nya? Aku kan males," Sungut Senja misuh-misuh di kamar, tangannya sibuk memasukkan pakaian ke dalam tas.

"Udah jangan ngomel terus Senja, lagian kamu juga kan ngangur di rumah nggak ada kerjaan. Ibu belum punya biaya buat lanjut kuliah kamu, Mbak mu bilang kamu di sana untuk ngurusin Gala. Kamu tenang aja, mbak mu bilang kamu bakalan di gaji kok nggak gratisan. Gala sudah tidak mau di rawat pengasuhnya, makannya mbak mu nyuruh kamu karna kamu Tante nya." kata Ibu Asih memberi pengertian pada putri bungsunya.

"Iya Bu... Senja paham. Lagian Ibu juga pasti nggak bisa nolak kemauan Mbak Lena, karna selama ini dia yang ngirimin uang bulanan untuk kita." jawab Senja dengan nada sedikit kesal.

"Nah... itu kamu tau! Sudah jangan banyak bicara lagi, ingat ya Sen, tugas kamu di sana untuk jagain Gala. Kamu jangan sampai menggoda kakak ipar mu itu, jangan jadi pelakor di rumah tangga Mbak mu sendiri." Seru Bu Asih memperingatkan putri bungsunya.

Deg...

Jantung Senja langsung terasa berhenti berdetak. Kalimat yang keluar dari mulut ibunya begitu tajam dan menusuk.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 50

    Lena mengerang frustasi, ia semakin benci pada adiknya. Wanita itu menendang apa saja yang ada di dekatnya, melampiaskan kemarahan pada benda-benda di sekitarnya."Dasar Senja brengsek..." Umpatnya pada sang adik. "Awas aja kamu nanti ya, aku akan memberi pelajaran supaya kamu tidak mengoda suamiku lagi. Kamu pikir Mas Sky, mau apa sama kamu yang hanya gadis kampung berpendidikan rendah." Lena sangat yakin jika suaminya tidak akan tergoda dengan adiknya yang di anggap biasa-biasa saja itu, menurut nya... levelnya jauh lebih tinggi di atas sang adik. Meski demikian, ia tetap tidak suka dengan situasi ini, menganggap jika suaminya hanya memanfaatkan Senja untuk membuatnya cemburu.Ronald bersembunyi mengawasi Lena, bibir nya tersenyum tipis melihat sekretaris nya itu marah-marah karna cemburu. "Kamu lucu juga ya Len, bisa-bisanya cemburu pada adik sendiri dan suamimu. Kalau di pikir... seharusnya suamimu lah yang cemburu karna kau lebih memilih menemani ku dari pada dia." Tiba-tiba, b

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 49

    Sky menggenggam tangan Senja dengan erat, seolah ingin melindungi dan menularkan rasa percaya diri pada gadis tersebut. Langkah mereka mantap, melewati para tamu undangan lain untuk menghampiri Pak Wijaya, sosok pria paruh baya dengan jas hitam rapi dan senyum ramah, tengah menerima tamu-tamu penting. Senja menatap Sky dengan mata yang berkilat, sedikit tegang dan gugup. "Santai aja Sen, jangan gugup. Ada aku di sebelah kamu, pria tampan yang akan melindungi kamu." Bisik Sky, dengan nada menggoda. Senja mencebik kecil, lalu berkata. "Jangan ngomong aneh-aneh lah Mas, bikin aku tambah nervous aja." Balas nya dengan nada sedikit ketus. Saat ini mereka sudah berdiri di hadapan Pak Wijaya, Sky mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pak Wijaya. "Selamat malam, Pak Wijaya. Terima kasih atas undangannya, ini kehormatan besar bagi saya bisa hadir di acara anniversary perusahaan Bapak malam ini," ucap Sky dengan suara yang tegas namun hangat. Pak Wijaya membalas dengan senyu

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 48

    Naura menarik napas dalam-dalam, menghirup banyak oksigen sebelum membuka pintu kamar dan bertemu dengan kakak iparnya, Sky."Semoga aja aku nggak malu-maluin Mas Sky. Bisa ngamuk tu Nenek sihir kalau sampai aku bikin malu suaminya." Gumam Senja lirih, kata Nenek sihir itu di peruntukan pada sang kakak, Lena.Ceklek...Senja membuka pintu kamarnya, ia melirik sekilas pada Kakak iparnya sebelum akhirnya menunduk malu.Di depannya, Sky di buat takjub dengan penampilan adik iparnya. Senja tampak sangat cantik dan seksi, melebihi kecantikan dan keseksian istrinya."Kamu udah siap?" Tanya Sky pada Senja, suaranya sedikit gugup. Di depannya, gadis itu mengangguk kecil sebagai jawaban."Ya udah... ayo kita berangkat sekarang, ini malah Minggu... takutnya jalanan macet." Sky melanjutkan kalimatnya."Ayo, Mas." Jawab Senja, singkat.Sky mengulurkan tangannya, Senja langsung menatap wajah kakak iparnya, seolah meminta penjelasan lanjut. "Gandeng tangan aku Sen, biar nggak canggung saat di pesta

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 47

    Bruk...Lena melemparkan paperbag di depan adiknya, Senja yang tengah serius membaca buku tersentak kecil. "Ya ampun Mbak, ngagetin aja sih." Ucapnya sambil mengelus dada. Lena memutar malas manik matanya, enggan menanggapi adiknya yang menurutnya lebay.Senja menatap paperbag berukuran besar di depannya, kemudian bertanya. "Ini apa, Mbak?" "Itu pakaian untuk kamu pergi ke acara malam Minggu besok, pokoknya jangan sampai bikin malu Mas Sky di sana." Sungut Lena, dengan nada ketus."Mbak...!" Senja hendak menolak permintaan kakaknya, Namun Lena langsung memberi kode agar adiknya diam."Ssstt...! Jangan protes, aku tidak menerima penolakan dan alasan apapun dari kamu. Pokoknya kamu harus menemani Mas Sky datang ke acara malam Minggu besok, awas aja kalau kamu nggak banyak drama, beneran aku jual rumah peninggalan almarhum Bapak di kampung." Ancam nya pada sang adik.Senja menghela nafas panjang, dalam hati tidak bisa berhenti merutuki sikap egois kakaknya. "Ya udah deh." Jawab Senja, n

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 46

    Lena melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat, wajahnya tak bisa menyembunyikan kerut cemberut yang menghiasi bibirnya. Begitu menjejak di ruang keluarga, matanya langsung bertemu dengan sosok Ibunya yang tengah duduk bersila di lantai, menemani Gala yang asyik bermain mobil-mobilan. Suara derit roda kecil mainan itu seolah kontras dengan kekesalan Lena akibat ulah suaminya.Bu Asih menoleh, menatap putrinya yang baru pulang dengan penuh perhatian dan sedikit kekhawatiran. "Kamu sudah pulang, Len? Wajah kamu kenapa cemberut gitu? Ada apa?" tanyanya lembut, mencoba bersikap biasa meski masih menyimpan rasa kecewa pada putri sulungnya.Di samping Bu Asih, Gala tersenyum ceria, matanya berbinar saat melihat ibu nya yang sudah pulang. "Mama... Gala seneng sekali Mama pulang kerja lebih awal dari biasanya. Gala lagi main mobil-mobilan ditemani Nenek, mau mau ikut?" Suaranya polos dan penuh semangat menawarkan ibunya untuk ikut bermain, berharap ibunya menerima ajakannya.Lena la

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 45

    Tok... tok... tok...Bara mengetuk pintu ruangan kerja bosnya, kemudian membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam. Di kursi kebesarannya, Sky tengah fokus pada layar laptop di depan nya."Permisi, Pak. Ini ada undangan dari Pak Wijaya." Bara memberikan undangan dengan desain yang terlihat mewah pada bos nya.Sky langsung menatap datar pada Bara, menerima undangan yang di berikan asistennya itu. "Undangan apa?" Tanyanya dengan nada santai."Sepertinya undangan anniversary perusahaan milik nya." Jawab Bara. Pria itu duduk di kursi yang ada di seberang meja kerja bosnya.Sky membuka undangan itu, membaca dengan teliti.Beberapa menit setelah, terdengar suara decakan kecil yang keluar dari bibir nya. "Ck, males banget datang ke acara beginian. Malah bawa pasangan." Gumamnya lirih.Sky kembali menatap Bara, kemudian berkata pada asistennya itu. "Kamu saja yang datang ke acara ini ya? Saya belum tentu punya waktu." Katanya beralasan, padahal alasan sebenarnya tidak ingin datang karna tidak

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status