Ganta Yudhistira POVDenting pianissimo dari tuts ivory—tempo, satu ketukan, naik dua per empat, enam, delapan—sang maestra mulai menguasai luas podium. Irama strings, one, two, three. Bagai berhitung. Ketukan ritme pinggul sang gadis terus berirama.Turun menyentak, deep, masuk ke dalam, memenuhi rongga. Ditarik kasar, desahan, lalu, menyentak. Sang pria di bawahnya dijadikan bahan mainan, bahan percobaan. Tubuh ganta bagai grand piano berbagai tuts. Tiap sentuhan sang gadis berikan, Ganta mendesah dengan cara berbeda.Naik turun, sang gadis memompa kelamin pria di bawahnya. Suasana jatuh bagai andante con moto. Sang pria pasrah mendesah, tenaganya tak kuat lagi hanya sekadar mendorong ‘rival’ yang menungganginya.Maju mundur, tergesa, namun juga tidak. Lutut sang gadis menekan sisi bantalan sofa, bahunya condong ke depan, sebelah paha mengangkang ke
Read more