Faya membuang wajah. Menyembunyikan semburat merah jambu seraya menggigit bibir. Namun dia menyeringai lebar tatkala Revan bangkit, lalu mengambil tubuhnya. Menggendong ala-ala pengantin baru. “Revan….” Faya mendesiskan nama itu. Sekedar menepis bayangan Alex yang tiba-tiba datang, sebab suaminya itu juga pernah menggendongnya begini. Sekali, hanya sekali saja, itu pun dulu…. “Faya, aku di sini, Sayang,” sahut Revan berbisik. Bisikan yang menyapu daun telinganya. Faya tersenyum, tetapi satu detik kemudian senyumannya ditutup bibir Revan yang mulai memberinya ciuman. Lembut, bergelombang indah, lalu berganti sedikit kasar,
Last Updated : 2025-12-12 Read more