"Halo. Saya Coach Arga, pelatih pribadi ibu kamu. Dan kamu pasti Grace, kan? Kebetulan sekali kamu mendaftar hari ini, karena mulai besok saya yang akan mengurus kalian berdua di tempat ini." Darah di sekujur tubuh Siska terasa membeku seketika. Jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat sebelum akhirnya berpacu liar menghantam tulang rusuknya. Pria itu berdiri di sana dengan senyum ramah yang sangat menipu. Tangan besar yang biasa mencengkeram Siska dengan kasar di ruang latihan, kini terulur sopan ke arah putri tunggalnya. "Eh, halo Kak Arga. Iya, aku Grace," jawab Grace dengan wajah sumringah. Gadis remaja itu menyambut uluran tangan Arga tanpa keraguan sedikit pun. "Teman sekolahku yang merekomendasikan tempat ini. Katanya alatnya lengkap dan pelatihnya hebat." "Temanmu sangat benar, Grace. Tempat ini memang yang terbaik untuk membentuk diri," balas Arga lembut. Matanya melirik tajam ke arah Siska yang masih mematung dengan wajah sepucat mayat. "Grace tidak bisa mendaftar di s
Last Updated : 2026-02-24 Read more