"Aduh, kamu ini memang rendah hati ya. Aku lihat badanmu bagus kok. Pasti kuat. Kalau nggak, mana bisa jadi petugas pemadam kebakaran? Sini, biar aku lihat, kamu punya otot nggak?"Topik yang dibahas mulai menjadi aneh, bahkan akhirnya dia langsung mengulurkan tangan ke arah dadaku. Aku belum sempat bereaksi, dia sudah menyentuhnya."Benar! Ada ototnya!" Bibi itu buru-buru menarik kembali tangannya. Senyumannya semakin cerah dan nada suaranya semakin bersemangat."Bibi ... ini maksudnya apa?" Melihat ekspresinya, aku semakin merasa ada yang tidak beres. Refleks, aku mundur sedikit."Maaf ya, Ray, Bibi agak kebawa suasana. Hehe .... Ray, kamu 'kan tinggal sendirian. Kamu ini masih single ya?""Eee ... ya, single."Nindy sudah setuju untuk bercerai denganku, jadi tentu saja aku single. Namun, entah kenapa saat mengatakannya di depan wanita ini, perasaanku justru semakin tidak enak.Semua sudah dibicarakan, uang sudah dibayar, kontrak sudah ditandatangani .... Namun, kenapa dia belum perg
Mehr lesen