Di kursi utama ruangan rapat, Alis Reon menukik. 'Bagaimana gak lemas, aku dan Ellena pertama kali bercinta semalam. Dan pagi buta dia kabur dan kembali bekerja seperti tidak terjadi apa-apa.' Dia membatin kesal. "Ohhh, saya… cuma kurang enak badan, Pak," jawab Ellena pada Anggara. "Kalau gitu ayo saya temani kamu ke klinik lantai 16, Ellena." Anggara menunjukkan perhatian. Rahang Reon mengeras. Ellena merapikan tablet dan dokumen di tangannya. "Gak usah, Pak, saya juga masih ada kerjaan." "Kamu terlalu rajin, pekerjaan kamu bisa ditunda sebentar, kesehatan lebih penting, Ellena." Akhirnya Reon mendekat, menghampiri sekretaris keduanya itu dan si CIO sok perhatian. Dia berdiri tegak dengan aura dinginnya yang mencekam. "Tugas dari saya sudah selesai?" tanya Reon pada Ellena. Gadis itu mendongak pelan, seakan enggan menatap Reon tapi dia tetap menjaga profesionalitas. "I–iya, Pak, sudah saya selesaikan," ujar Ellena. "Oke." Reon kemudian memanggil asisten pribadinya.
Last Updated : 2026-01-05 Read more