Siang harinya, Wilona terbangun dengan rambut acak-acakan dan mata masih sayu. Kepala terasa sedikit berat, tapi hidungnya menangkap sesuatu yang jauh lebih kuat daripada rasa malas yang menempel di tubuhnya, aroma masakan.Perutnya langsung keroncongan tanpa permisi.Dengan langkah gontai, tanpa mandi, tanpa cuci muka, tanpa peduli wajahnya kusut seperti baru bangun dari hibernasi, ia langsung berjalan menuju meja makan. Aroma tumisan dan sup hangat menggelitik hidungnya.“Woahhh, Om yang masak semua ini?” tanya Wilona dengan mata berbinar, bahkan sempat menelan saliva melihat piring-piring yang tertata rapi.Yudha, yang masih sibuk mengaduk sup, hanya melirik sekilas dengan ekspresi datar.“Mandi dulu,” ujarnya dingin.“Ihh Om, lapar…” rengek Wilona sambil mengusap perutnya dramatis.“Mandi!” ulang Yudha, nada suaranya meninggi sedikit.“Abis makan ya?” Wilona mencoba menawar sambil menarik kursi dan duduk manis, berharap kasihan.“Mandi dulu, Wil!”“Ommm… nyicip aja sepiring, pli
最終更新日 : 2026-01-09 続きを読む