“Apa Revan di sini?” tanya Evelyn dengan nada ragu, alisnya saling bertaut.Wilona langsung kaku.Jantungnya berdegup kencang sampai rasanya mau meloncat keluar dari dada. Tangannya mengepal tanpa sadar, kuku-kukunya menekan telapak sendiri.“B—bukan siapa-siapa, Kak,” jawab Wilona tergagap. “Kucing kayaknya…”Evelyn memicingkan mata. “Masa kucing sih, Wil? Atau jangan-jangan maling?”“Bukan, Kak!” Wilona refleks meninggikan suara, lalu buru-buru menurunkannya lagi. “Bukan apa-apa, serius.”“Jangan bilang bukan-bukan terus,” ucap Evelyn tegas. “Kakak gak mau ada sesuatu terjadi sama kamu.”Sebelum Wilona sempat mencari alasan lain, Evelyn sudah melangkah menuju tangga.“Kak, gak usah,” Wilona cepat-cepat menyusul. “Biarin aja, gapapa. Sekarang mending Kakak makan dulu, yuk.”“Tunggu sebentar, Wil.” Evelyn berhenti sejenak, lalu kembali melangkah. “Kakak penasaran. Tadi itu suara apa.”“Bukan apa-apa, Kak. Biarin aja, udah,” pinta Wilona panik.
最終更新日 : 2026-01-31 続きを読む