“Boleh beli apa pun,” kata Yudha santai. “Asal jangan ke klub lagi.” Wilona langsung nyengir nakal. “Hehehehe… oke, ok! Thank you, cup!” Sebelum Yudha sempat bereaksi, Wilona sudah memanjat sedikit ke arahnya, merangkul lehernya dari samping, lalu menghujani wajah laki-laki itu dengan ciuman kecil, pipinya, rahangnya, ujung bibirnya. Yudha hanya bisa tertawa pelan sambil memegang pinggang Wilona agar gadis itu tidak jatuh. “Kelinci kecil…” gumamnya, suara yang rendah dan hangat memenuhi kabin mobil. Wilona masih menempelkan wajahnya di pipi Yudha, lalu berbisik manja: “Wilo bakal kangen…” Yudha menatapnya lama. “Aku lebih,” jawabnya. Dan entah kenapa, tiga hari mendadak terasa seperti waktu yang terlalu panjang bagi mereka berdua. ‘’Ya udah,. Bye bye Om. Hati hati dijalan,” Wilona berjalan pelan menuju gedung kuliah, tumit sepatunya beradu dengan lantai koridor yang sudah mulai padat mahasiswa. Namun perhatian gadis itu sama sekali bukan pada sekitar, mmelaink
最終更新日 : 2026-01-22 続きを読む