"Ayah, kumohon! Jangan, Ayah!"Jeritan Elizabeth membelah kesunyian ruang tamu agung. Ia kembali melemparkan dirinya ke depan, mencengkeram erat ujung jubah kebesaran Duke Mountford dengan jemari yang bergetar hebat. Air mata telah merusak riasannya, menghancurkan topeng keanggunan sang putri Duke hingga tak bersisa.Namun, langkah pria paruh baya itu hanya terhenti sesaat. Duke Mountford menunduk, menatap putrinya yang menangis tersedu-sedu di atas lantai dengan sorot mata yang sepenuhnya hampa."Lepaskan tanganmu, Putriku." titah sang Duke dingin. "Dia telah membuat kesalahan yang tak termaafkan. Binatang itu telah menyeret nama baik keluarga kita setelah aku menariknya dari kubangan lumpur. Hukuman mati adalah satu-satunya belas kasihan yang pantas ia terima.""Tidak! Rowan tidak bersalah!" bantah Elizabeth dengan suara parau, menolak melepaskan cengkeramannya. "Dia dijebak, Ayah! Ada konspirasi di balik semua ini! Kumohon... tolong beri aku waktu! Hanya beberapa hari... tidak, b
더 보기