Share

BAB 59

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-01-27 20:42:59

Malam telah larut di Kastil Lorraine, keheningan malam hanya diisi suara jangkrik dari kejauhan.

Di dalam kamarnya yang luas dan hangat, Sienna berbaring telentang di atas tempat tidur berukuran besar. Matanya menatap langit-langit kamar yang dilukis dengan ornamen bunga samar, namun pikirannya melayang jauh, kembali ke taman belakang kastil saat matahari terbenam tadi.

Suara bariton Lucian yang berat dan dalam kembali berputar di kepalanya, seolah pria itu masih berbisik tepat di telinganya.

'
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 391

    Langkah kaki Caesar menggema pelan menyusuri lorong Istana Kekaisaran setelah ia keluar dari ruang kerja sang Kaisar.Pikirannya masih berputar, mencerna deklarasi dukungan dari Kaisar Lucian yang baru saja ia terima. Dukungan itu adalah senjata politik yang tak ternilai, namun bagi Caesar, intrik politik selalu terasa melelahkan.Ia membutuhkan udara segar. Alih-alih mengambil jalur utama menuju gerbang depan, Caesar memutuskan untuk mengambil jalan memutar melewati rumah kaca yang terhubung dengan taman dalam istana, sebuah area yang biasanya sunyi dan jarang dilalui oleh para menteri.Namun, saat ia melangkah masuk ke dalam area rumah kaca yang dipenuhi oleh berbagai macam flora musim semi itu, Caesar menyadari bahwa tempat itu tidak sepenuhnya kosong.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 390

    Setelah kesibukannya dengan para tamu agung berakhir, Lucian akhirnya melakukan hal yang terus ia tunda. Menemui Caesar yang membawa Rowan di malam pesta dansa.Pria itu kini berdiri di tengah ruang kerja pribadi sang Kaisar. Suasana di dalam ruangan itu terasa berat oleh dominasi dua pria paling mengerikan di medan perang.Kaisar Lucian duduk bersandar di kursi kebesarannya. Matanya yang semerah darah menatap lurus ke arah Caesar yang berdiri tegak dengan postur ksatria yang sempurna. Jari-jari Lucian mengetuk pelan sandaran kursi, memecah keheningan yang menguasai ruangan."Aku sudah menanyakan penyebab luka-luka itu pada Rowan sebelumnya." ucap Lucian, suaranya tenang namun tajam. "Dan ia memberitahuku sebuah cerita yang sangat menarik. Ia bilang... ia terjatuh ke dalam j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 389

    Seringai arogan di bibir Alexander luntur seketika, menguap tanpa menyisakan jejak apa pun selain keterkejutan. Sepasang matanya membelalak begitu lebar. Napasnya tercekat keras di tenggorokan, seolah jantungnya baru saja berhenti berdetak.Tubuh raja muda yang biasanya selalu berdiri tegap dan angkuh itu kini sedikit bergetar di balik jubahnya.Alexander menatap wajah cantik Sienna dengan ketidakpercayaan yang menyiksa. Otaknya menolak mencerna pemandangan di hadapannya.Ia mengabaikan Kaisar, mengabaikan seluruh bangsawan, dan mengabaikan rencana besarnya. Ia menatap sang Permaisuri seolah wanita itu adalah hantu dari masa lalunya yang paling berharga.Bibir Alexander yang seketika berubah pucat pasi itu bergetar pelan. Ia mencoba meraup udara dengan susah payah,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 388

    Dua hari menjelang malam pertama Festival Musim Semi, kemegahan sejati dari Kekaisaran Rivendia akhirnya dipertontonkan kepada dunia.Gerbang utama Istana Kekaisaran yang terbuat dari besi tempa raksasa telah dibuka selebar-lebarnya sejak matahari terbit.Iring-iringan kereta kuda berlapis emas, perak, dan kayu mahoni yang dihiasi berbagai lambang kebangsawanan dari penjuru benua mulai berdatangan tanpa henti.Di dalam Aula Penerimaan Agung, suasana terasa luar biasa megah sekaligus mengintimidasi. Ruangan berlantaikan marmer hitam pekat itu diterangi oleh ratusan lampu kristal gantung yang memantulkan cahaya keemasan.Pasukan ksatria elit kekaisaran berdiri berjajar di sisi kiri dan kanan ruangan bagaikan patung-patung malaikat maut berzirah perak, mem

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 387

    Elizabeth meletakkan apel dan pisaunya ke atas piring perak dengan sedikit kasar, menunjukkan rasa tidak setujunya."Bukan perang, katamu?" omel Elizabeth, menyilangkan lengan di depan dada. Mata birunya menatap Rowan dengan tajam."Di malam puncak festival, jalanan ibu kota akan dipenuhi oleh lautan manusia yang berdesak-desakan, menari, dan meminum anggur. Bagaimana jika ada pemabuk yang tanpa sengaja menyenggol rusukmu? Bagaimana jika kakimu terinjak di tengah keramaian?!"Melihat kepanikan dan kemarahan yang didasari oleh rasa peduli itu, tatapan Rowan perlahan melembut. Ia mengulurkan tangannya yang besar, meraih tangan Elizabeth yang terlipat dan menariknya pelan hingga gadis itu sedikit mencondongkan tubuh ke arahnya.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 386

    Lucian menaikkan sebelah alisnya. "Oh? Dan apa hal yang lebih penting itu, Sienna?""Pesta Topeng!" seru Sienna dengan senyum merekah.Festival Musim Semi di kekaisaran bukanlah festival biasa. Selain perjamuan agung dan pesta dansa formal di dalam aula istana, daya tarik utama yang paling ditunggu-tunggu justru terjadi di luar tembok Istana itu sendiri.Di malam puncak festival, jalanan utama ibu kota akan diterangi oleh ribuan lampion.Para bangsawan akan menanggalkan atribut kebesaran mereka, mengenakan topeng, dan turun ke jalanan untuk berbaur, menari, dan menikmati pertunjukan bersama rakyat jelata tanpa ada batasan kasta sosial untuk satu malam."Kau harus menemaniku turun ke jalan raya kota malam itu, Luci

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 73

    Damien kembali ke ruang kerja Lucian dengan wajah yang jauh lebih suram daripada sebelumnya. "Katakan." perintah Lucian tanpa basa-basi."Pelayan pribadi Lady Alexandria... dia mati, Tuan Duke" lapor Damien dengan suara berat. "Dan Anna kritis. Tabib sedang berusaha memompa sisa racun keluar dari

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 70

    "Sienna." Lucian membalas panggilan itu lembut. Jemarinya tidak beranjak, masih betah merasakan kehangatan samar di kulit pipi gadis itu, seolah ingin memastikan bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar nyata."Maafkan saya..." ucap Sienna lirih. Suaranya terdengar serak dan menyakitkan.Kalimat i

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 75

    Alexandria menarik napas panjang, berusaha menekan gemuruh di dadanya. Tawaran Arthur bukannya tidak menggiurkan,, terutama jika Alexandria mengingat keadaannya saat ini. Namun, ada alasan mengapa begitu banyak bangsawan diam-diam mendukung kudeta. Di mata para bangsawan, Arthur tidak pantas menja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 71

    Sinar matahari pagi menembus tirai kamar tidur Sienna. Gadis itu duduk bersandar di tumpukan bantal, sementara tabib kastil kembali memeriksa pergelangan tangannya."Racunnya sudah bukan masalah lagi." gumam tabib itu sambil mengangguk-angguk pelan. "Penyembuhannya berjalan lebih cepat dari perkira

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status