Share

BAB 66

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-31 22:42:43

Anna membalikkan badannya dengan kaku, jantungnya berdegup begitu keras hingga dadanya terasa sakit.

Di ambang pintu, Marta berdiri dengan tatapan tajam. Pelayan itu tidak langsung masuk, hanya mematung di sana dengan satu alis terangkat.

"Apa yang sedang kau lakukan di meja itu?" tanya Marta, suaranya penuh selidik.

"Aku... aku hanya sedang membereskan botol-botol kaca milik Nona Sienna." jawab Anna terbata-bata. Tangannya yang basah oleh keringat disembunyikan di balik punggungnya. "Tadi... t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 399

    Alexander diam-diam mengikuti kereta kuda itu, memanfaatkan ramainya jalanan untuk menutupi keberadaannya.Tudung jubah hitamnya hingga menutupi separuh wajahnya yang sudah dipasangi topeng, saat ia melihat Sienna dibantu turun dari kereta kuda dan menapaki jalanan, pria itu menjaga jarak aman sebelum akhirnya turun dari kudanya dan menyusul..Mata Alexander menyapu kerumunan dengan buas bagaikan predator kelaparan, mencari kilau gaun dan topeng angsa yang dikenakan oleh Sienna.Ketika ia akhirnya menangkap siluet wanita itu di dekat sebuah kios penjual manisan, jantung Alexander berdegup kencang. Jarak mereka hanya terpaut belasan langkah.Alexander menyelinap di antara sekelompok pemabuk dan penari jalanan,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 398

    Suasana di dalam Paviliun Zamrud malam itu dipenuhi oleh antisipasi yang menggembirakan. Malam ini adalah malam pertama Festival Musim Semi, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk ibu kota dan para bangsawan dari berbagai penjuru benua.Di dalam kamar rias yang terang benderang, Elizabeth berdiri di depan cermin. Ia mengenakan gaun festival berwarna biru yang indah. Gadis berambut pirang itu memutar tubuhnya sedikit, lalu menoleh ke arah Alice yang sedang berdandan dengan bantuan pelayan."Alice, kau sungguh tidak ingin ikut bersama kami?" bujuk Elizabeth untuk yang kesekian kalinya. Wajahnya memancarkan permohonan yang tulus."Rowan sudah menunggu di gerbang paviliun. Kereta kuda kami cukup luas untuk kita bertiga. Kami akan merasa jauh lebih tenang j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 397

    Di dalam kamar yang disediakan untuknya, udara di sekitar Alexander terasa begitu pekat dan mencekik.Cahaya dari perapian yang menyala redup menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari liar di dinding batu, seakan mencerminkan kondisi pikiran pria yang tengah mondar-mandir di tengah ruangan.Raja Alexander menenggak habis sisa anggur merah di gelas pialanya, lalu membanting gelas kristal itu ke atas meja kayu hingga retak.Dadanya naik turun dengan napas memburu. Matanya yang gelap memancarkan kemarahan, obsesi, dan keputusasaan yang melebur menjadi satu kegilaan yang mematikan.Pikirannya terus berputar pada insiden di taman kekaisaran siang tadi. Ia mengingat bagaimana mata jernih itu menatapnya

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 396

    Tanpa banyak bicara, Caesar mengambil alih posisi sebagai pengawal. Pria bertubuh besar itu berjalan di sisi rombongan dengan langkah tegap dan waspada, memastikan kepulangan sang Permaisuri ke Istana berjalan aman tanpa ada gangguan lebih lanjut.Sepanjang perjalanan menyusuri lorong istana, keheningan yang tegang menyelimuti mereka. Elizabeth terus menatap kakaknya dengan penuh tanya, sementara Alice fokus memapah Sienna yang langkahnya masih terasa berat akibat kaki yang membengkak.Setibanya di depan pintu kayu ganda yang merupakan akses masuk ke kamar utama Permaisuri, Sienna akhirnya menghentikan langkahnya. Ia menoleh, menatap sang pewaris Duchy Mountford yang berdiri menjaga jarak dengan sikap sempurna."Lord Caesar." panggil Sienna pelan, suaranya sudah kembali mend

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 395

    Mendengar jawaban Sienna, Alexander justru memasang senyum getir yang dipenuhi dengan ironi."Tentu saja kau 'tidak tahu'," balas Alexander perlahan, nada suaranya menebal oleh kepahitan dan penolakan untuk percaya."Membangun kehidupan baru di tempat asing pasti menuntut seseorang untuk mengubur banyak hal.“Memilih untuk menjadi orang baru... menutup mata dari rasa sakit yang ditinggalkan di belakang. Sungguh... dedikasi yang sangat luar biasa untuk sebuah sandiwara yang sempurna."Sienna merasa napasnya tertahan. Pria ini berbicara seolah ia menyimpan sebuah rahasia besar tentang dirinya.Tuduhan-tuduhan terselubung itu, tatapan o

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 394

    Matahari pagi musim semi bersinar hangat di atas langit Kekaisaran. Di salah satu jalur berbatu putih yang membelah taman tersebut, Permaisuri Sienna berjalan perlahan menikmati udara pagi.Ia mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang berpotongan longgar, didesain khusus oleh penjahit istana untuk memberikan kenyamanan ekstra mengingat perutnya yang kini sudah mulai terlihat membuncit.Di sisi kiri dan kanannya, Alice dan Elizabeth berjalan mengiringi dengan langkah yang disesuaikan, menjaga sang Permaisuri dengan penuh perhatian.Meski cuaca musim semi sangat menyenangkan, Sienna tidak bisa menyembunyikan raut kelelahan yang sesekali melintas di wajah cantiknya.Kehamilannya belakangan ini membua

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 64

    Suara langkah kaki berat menggema di lorong kastil, membelah keheningan mencekam yang memenuhi seluruh bangunan sejak tadi. Lucian telah kembali.Ia memacu kudanya tanpa henti begitu mendengar kabar kekacauan di pesta teh itu melalui surat yang dibawa oleh merpati. Ia juga memberikan sebuah perinta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 60

    Satu minggu telah hampir berlalu tanpa Sienna sadari. Besok adalah hari pesta teh Duchess Beatrice.Kastil terasa jauh lebih dingin dan sunyi dari biasanya. Duke Lucian tidak ada di sini. Sudah tiga hari pria itu pergi ke perbatasan wilayah untuk menyelesaikan masalah perdagangan di perbatasan wila

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 62

    Suasana di meja itu terasa semakin mencekik seiring berjalannya waktu. Sienna mencoba menyentuh cangkirnya tehnya setenang mungkin, namun tangannya sedikit gemetar. Sienna sudah pernah hadir di acara minum teh wanita bangsawan sebelumnya.Tapi kali ini, tekanan yang ia rasakan begitu memebani dadan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 65

    "LUCIAN!"Bentakan Beatrice memenuhi ruangan, memantul di dinding-dinding batu yang dingin. Wajah Duchess yang biasanya anggun kini merah padam menahan amarah. Dadanya naik turun dengan cepat."Apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan?" desis Beatrice, suaranya bergetar antara murka dan rasa ma

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status