Share

BAB 62

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-01-28 21:02:11

Suasana di meja itu terasa semakin mencekik seiring berjalannya waktu. Sienna mencoba menyentuh cangkirnya tehnya setenang mungkin, namun tangannya sedikit gemetar. Sienna sudah pernah hadir di acara minum teh wanita bangsawan sebelumnya.

Tapi kali ini, tekanan yang ia rasakan begitu memebani dadanya.

"Oh, astaga..."

Seorang wanita dengan topi lebar berhias bunga palsu menahan tawanya di balik kipas tangannya. Matanya tertuju pada jari-jari Sienna.

"Cara anda memegang cangkir itu salah, Nona Si
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 399

    Alexander diam-diam mengikuti kereta kuda itu, memanfaatkan ramainya jalanan untuk menutupi keberadaannya.Tudung jubah hitamnya hingga menutupi separuh wajahnya yang sudah dipasangi topeng, saat ia melihat Sienna dibantu turun dari kereta kuda dan menapaki jalanan, pria itu menjaga jarak aman sebelum akhirnya turun dari kudanya dan menyusul..Mata Alexander menyapu kerumunan dengan buas bagaikan predator kelaparan, mencari kilau gaun dan topeng angsa yang dikenakan oleh Sienna.Ketika ia akhirnya menangkap siluet wanita itu di dekat sebuah kios penjual manisan, jantung Alexander berdegup kencang. Jarak mereka hanya terpaut belasan langkah.Alexander menyelinap di antara sekelompok pemabuk dan penari jalanan,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 398

    Suasana di dalam Paviliun Zamrud malam itu dipenuhi oleh antisipasi yang menggembirakan. Malam ini adalah malam pertama Festival Musim Semi, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk ibu kota dan para bangsawan dari berbagai penjuru benua.Di dalam kamar rias yang terang benderang, Elizabeth berdiri di depan cermin. Ia mengenakan gaun festival berwarna biru yang indah. Gadis berambut pirang itu memutar tubuhnya sedikit, lalu menoleh ke arah Alice yang sedang berdandan dengan bantuan pelayan."Alice, kau sungguh tidak ingin ikut bersama kami?" bujuk Elizabeth untuk yang kesekian kalinya. Wajahnya memancarkan permohonan yang tulus."Rowan sudah menunggu di gerbang paviliun. Kereta kuda kami cukup luas untuk kita bertiga. Kami akan merasa jauh lebih tenang j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 397

    Di dalam kamar yang disediakan untuknya, udara di sekitar Alexander terasa begitu pekat dan mencekik.Cahaya dari perapian yang menyala redup menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari liar di dinding batu, seakan mencerminkan kondisi pikiran pria yang tengah mondar-mandir di tengah ruangan.Raja Alexander menenggak habis sisa anggur merah di gelas pialanya, lalu membanting gelas kristal itu ke atas meja kayu hingga retak.Dadanya naik turun dengan napas memburu. Matanya yang gelap memancarkan kemarahan, obsesi, dan keputusasaan yang melebur menjadi satu kegilaan yang mematikan.Pikirannya terus berputar pada insiden di taman kekaisaran siang tadi. Ia mengingat bagaimana mata jernih itu menatapnya

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 396

    Tanpa banyak bicara, Caesar mengambil alih posisi sebagai pengawal. Pria bertubuh besar itu berjalan di sisi rombongan dengan langkah tegap dan waspada, memastikan kepulangan sang Permaisuri ke Istana berjalan aman tanpa ada gangguan lebih lanjut.Sepanjang perjalanan menyusuri lorong istana, keheningan yang tegang menyelimuti mereka. Elizabeth terus menatap kakaknya dengan penuh tanya, sementara Alice fokus memapah Sienna yang langkahnya masih terasa berat akibat kaki yang membengkak.Setibanya di depan pintu kayu ganda yang merupakan akses masuk ke kamar utama Permaisuri, Sienna akhirnya menghentikan langkahnya. Ia menoleh, menatap sang pewaris Duchy Mountford yang berdiri menjaga jarak dengan sikap sempurna."Lord Caesar." panggil Sienna pelan, suaranya sudah kembali mend

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 395

    Mendengar jawaban Sienna, Alexander justru memasang senyum getir yang dipenuhi dengan ironi."Tentu saja kau 'tidak tahu'," balas Alexander perlahan, nada suaranya menebal oleh kepahitan dan penolakan untuk percaya."Membangun kehidupan baru di tempat asing pasti menuntut seseorang untuk mengubur banyak hal.“Memilih untuk menjadi orang baru... menutup mata dari rasa sakit yang ditinggalkan di belakang. Sungguh... dedikasi yang sangat luar biasa untuk sebuah sandiwara yang sempurna."Sienna merasa napasnya tertahan. Pria ini berbicara seolah ia menyimpan sebuah rahasia besar tentang dirinya.Tuduhan-tuduhan terselubung itu, tatapan o

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 394

    Matahari pagi musim semi bersinar hangat di atas langit Kekaisaran. Di salah satu jalur berbatu putih yang membelah taman tersebut, Permaisuri Sienna berjalan perlahan menikmati udara pagi.Ia mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang berpotongan longgar, didesain khusus oleh penjahit istana untuk memberikan kenyamanan ekstra mengingat perutnya yang kini sudah mulai terlihat membuncit.Di sisi kiri dan kanannya, Alice dan Elizabeth berjalan mengiringi dengan langkah yang disesuaikan, menjaga sang Permaisuri dengan penuh perhatian.Meski cuaca musim semi sangat menyenangkan, Sienna tidak bisa menyembunyikan raut kelelahan yang sesekali melintas di wajah cantiknya.Kehamilannya belakangan ini membua

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 55

    Alexandria menggeram tertahan. Harga dirinya terkoyak habis. Menyadari bahwa ia tidak akan bisa memenangkan perdebatan ini tanpa merusak citranya sendiri di depan publik, ia akhirnya menyerah.Dengan napas memburu dan kaki yang dihentakkan keras ke tanah berbatu, Alexandria berbalik arah."Kita kem

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 68

    "Apa yang kau lakukan di sini, Arthur?" Lucian menatap tajam ke arah sang Putra Mahkota. Ia tidak repot-repot membungkuk atau memberikan salam formal pada sepupunya itu. Arthur tersenyum miring, tidak tersinggung dengan ketidaksopanan itu. Ia justru melangkah santai, mendekat pada Lucian."Aku sed

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 63

    "KYAAA!" Jeritan histeris salah seorang wanita bangsawan yang hadir di sana memecahkan keheningan yang sempat menggantung selama beberapa detik.Kepanikan meledak seketika. Kursi-kursi berdecit keras dan berjatuhan saat para wanita bangsawan itu melompat berdiri, menjauh dari meja seolah-olah penya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 57

    Alexandria tidak mengatakan apa pun, lidahnya terasa kelu oleh amarah. Namun, tangannya yang mencengkeram pagar pembatas batu itu bergetar hebat. Ia menekan jemarinya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih dan kulit telapak tangannya terasa perih tergores permukaan batu yang kasar.Matanya y

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status