Share

BAB 69

Aвтор: Rainina
last update publish date: 2026-02-01 21:54:37

Rahang Lucian mengeras. Tangan kanannya yang terkepal di sisi tubuh gemetar pelan, menahan hasrat yang begitu besar untuk menghunus pedang dan menebas senyum kemenangan dari wajah Arthur.

Namun, ia menahannya.

Lucian menarik napas panjang, memaksa detak jantungnya yang memburu untuk kembali tenang. Jika ia menghunus pedang sekarang, di hadapan Putra Mahkota dan seorang Marquess, itu bukan lagi sekadar perselisihan pribadi.

Kondisi politik kekaisaran sedang rapuh. Fraksi bangsawan terpecah, dan
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 235

    "Lucian..." Sienna akhirnya memecah keheningan, suaranya sedikit ragu. "Aku pikir kau akan langsung menuju ruang dansa."Lucian melangkah perlahan mendekati istrinya. Rahangnya terlihat kaku, raut wajahnya merupakan perpaduan antara rasa frustasi dan ego yang menolak untuk dikalahkan oleh perang dingin mereka."Kau pikir aku akan membiarkanmu berjalan memasuki aula dansa sebesar itu sendirian, Sienna?" balas Lucian, nadanya kaku namun sarat akan kepemilikan. "Malam ini adalah pertama kalinya para serigala bangsawan itu berkumpul di bawah atapku atas nama Pesta Dansa. Aku tidak akan membiarkan mereka melihat sedikit pun keretakan di antara kita."Pria itu berhenti tepat di hadapan Sienna. Meski matanya masih memancarkan luka akibat penghindaran istrinya selama beberapa hari terakhir, Lucian perlahan mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan putih, mengulurkannya ke arah Sienna."Aku masih berstatus sebagai suamimu." ucap Lucian pelan, suaranya sedikit melunak di ujung kal

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 234

    Pagi itu, istana kekaisaran jauh lebih sibuk dari biasanya. Suara langkah kaki para pelayan yang berlarian membawa gulungan kain sutra, bunga-bunga segar, dan perabotan menggema di setiap lorong.Malam ini bukanlah malam biasa. Istana akan menggelar pesta dansa untuk acara amal, sebuah perayaan besar yang sekaligus menjadi pesta dansa pertama sejak Lucian merebut takhta dari pamannya melalui pertumpahan darah. Bagi para bangsawan, ini adalah panggung politik. Bagi Sienna, ini adalah medan perang baru yang harus ia hadapi dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.Di dalam kamar utama kekaisaran, udara terasa kaku. Sienna duduk diam di depan cermin rias raksasanya, membiarkan ketiga dayangnya membantu bersiap-siap di sekelilingnya."Apakah Yang Mulia lebih memilih set kalung safir atau mutiara untuk malam ini?" tanya Lady Elizabeth, memecah keheningan sambil mengangkat dua kotak beludru dengan hati-hati."Safir." jawab Sienna datar, suaranya terdengar lelah. “Semoga itu tidak membuat waj

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 233

    "Berhentilah bermain pahlawan, Rowan." potong Elizabeth, sengaja menekankan setiap suku katanya.Ia mendongak, membalas tatapan gelap pria itu dengan sorot mata yang dipaksakan untuk terlihat angkuh dan meremehkan."Ayahku memang mengangkat derajatmu dan menjadikanmu seorang ksatria di kediaman kami. Tapi ingatlah tempatmu... itu bukan berarti kau adalah seorang pahlawan yang bisa menyelamatkanku dari takdirku."Kata-kata tajam itu meluncur begitu saja, mengiris udara di antara mereka.Tangan Rowan yang sempat terangkat seketika jatuh kembali ke sisi tubuhnya. Rahang pria itu mengeras, dan kilat kekecewaan yang mendalam melintas di mata gelapnya.Status sosial mereka kembali menjadi jurang pemisah yang tak bisa pria itu tembus, tidak peduli bagaimanapun pria itu mencoba melawannya."Urus saja tugas pengawalanmu, dan biarkan aku mengurus urusan keluargaku." ucap Elizabeth final.Tanpa memberikan kesempatan bagi Rowan untuk membalas, Elizabeth memutar tubuhnya. Ia melangkah pergi menyus

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 232

    Elizabeth tersentak keras. Tangannya refleks menyentuh dada saat ia berputar dengan cepat, menatap ke arah bayangan pilar di belakangnya.Di sana, berdiri seorang ksatria jangkung berseragam zirah yang mengenakan jubah dengan lambang keluarga Duke Mountford.Itu adalah Rowan. Pria itu sama sekali tidak memiliki darah biru di nadinya. Ia hanyalah putra dari seorang pelayan wanita di kediaman Mountford. Namun, kemampuan berpedangnya yang luar biasa dan insting bertarungnya yang tajam tidak sengaja ditemukan oleh ayah Elizabeth bertahun-tahun yang lalu. Bakat murni itu berhasil mengangkat derajat Rowan dari seorang rakyat jelata biasa menjadi ksatria tangguh yang kini ditugaskan mengawal Elizabeth ke istana.Melihat siapa yang mengagetkannya, ketegangan di bahu Elizabeth sedikit mengendur, digantikan oleh raut kesal."Jangan menggangguku, Rowan." tegur Elizabeth dengan suara berbisik tajam.Pria itu menyilangkan kedua lengannya di depan dada, bersandar santai pada pilar batu seolah mer

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 231

    Tuduhan itu bagaikan tamparan keras yang mendarat telak di wajah Sienna. Kulitnya yang pucat seketika memerah karena campuran rasa malu, marah, dan keputusasaan."Itu tidak benar." bantah Sienna dengan suara bergetar. Ia memaksakan diri untuk mengangkat dagunya dan menatap mata mertuanya, menolak untuk terlihat hancur. "Aku sama sekali tidak seperti itu, Ibu Suri. Aku tahu persis apa tugasku dan apa yang dipertaruhkan. Aku membawa mereka ke istana ini murni demi masa depan takhta kekaisaran, bukan untuk mempermainkan mereka maupun Yang Mulia Kaisar."Sienna mengatakan kejujurannya, meski itu adalah kejujuran yang menorehkan luka menganga di dadanya sendiri. Ia telah mencoba mengorbankan hatinya, menahan perih membayangkan suaminya menyentuh wanita lain, tetapi Lucian yang terus merobek dan menghancurkan semua rencananya secara brutal.Namun, Beatrice sama sekali tidak tersentuh oleh pembelaan rapuh tersebut. Wanita paruh baya itu justru mendengus meremehkan. Sebuah senyuman dingin t

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 230

    Sementara Elizabeth berkutat dengan pertanyaan yang membingungkan, suasana di dalam rumah kaca sepenuhnya dikuasai oleh kabut gairah yang tak tertembus.Keheningan yang ditinggalkan oleh para dayang kini hanya diisi oleh suara napas yang saling memburu dan gemerisik pakaian yang bergesekan.Sienna memejamkan matanya erat-erat saat bibir Lucian menjelajahi lehernya. Angin senja yang menyusup masuk melalui celah jendela kaca terasa dingin menerpa kulit kakinya yang terbuka."Buka matamu, Sienna." perintah Lucian dengan suara serak, ciumannya terhenti sejenak di perpotongan rahang istrinya.Perlahan, kelopak mata yang basah itu terbuka. Hal pertama yang Sienna lihat adalah sepasang mata merah menyala yang menatapnya dari jarak yang begitu dekat. "Jangan pernah lagi…" bisik Lucian parau, menyatukan kening mereka. Napasnya yang hangat dan berat berpadu dengan napas Sienna yang tersengal. "Jangan pernah lagi mencoba menyodorkan wanita lain padaku. Jika kau melakukannya lagi... aku bersum

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 18

    Sienna memekik tertahan saat kakinya tiba-tiba menjauh dari tanah. Dalam satu gerakan cepat, Lucian telah mengangkatnya ke dalam gendongan, seolah berat badan Sienna tidak berarti apa-apa."T… Tuan Duke! Apa yang Anda..." Sienna yang panik, melingkarkan tangannya ke leher Lucian secara refleks.Waj

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 16

    Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika."Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan."Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 17

    Di luar sana, suasana hening kembali tercipta, namun kali ini aroma darah memenuhi udara.Para bandit itu... mereka benar-benar telah membuat kesalahan terakhir dalam hidup mereka. Mereka mengira kereta mewah yang melintas tanpa iring-iringan bendera besar itu adalah milik pedagang kaya yang lemah.

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 19

    Napas Sienna tercekat di tenggorokan saat merasakan hawa panas tubuh Lucian semakin merapat, menghilangkan jarak di antara mereka.Tangan besar pria itu, yang tadi sibuk dengan tali-tali rumit, kini tidak langsung menjauh. Telapak tangannya yang kasar dan hangat justru mendarat di bahu telanjang Si

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status