Dua minggu setelah malam tembang terakhir, desa mulai kembali ke ritme lamanya. Namun, bagi Aruna, Embun, Bulan, Pelangi, dan seluruh keluarga, kehidupan tak pernah benar-benar sama lagi. Setiap rumah, setiap sudut jalan, bahkan setiap pepohonan mengingatkan mereka pada luka yang pernah ada luka yang kini harus mereka rawat dengan hati-hati.Aruna duduk di teras rumah, menatap halaman yang kini mulai ditanami bunga-bunga baru. Embun duduk di sampingnya, memegang secangkir teh hangat. “Aku rasa malam itu… benar-benar mengubah semuanya,” kata Embun. Suaranya pelan, tapi penuh makna.Aruna mengangguk. “Ya. Kita semua telah melewati sesuatu yang berat. Dan meski Bima sudah menghadapi hukum, rasanya… ada sesuatu yang masih tersisa di hati kita. Sesuatu yang belum selesai.”Bulan dan Pelangi bermain di halaman, tawa mereka menjadi musik kecil yang mengisi kesunyian pagi. Hileon berdiri di sisi pagar, matanya menatap anak-anak itu dengan sorot waspada tapi lembut. Alvaro dan Bagas sibuk meny
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-15 Mehr lesen