Suaranya pecah sepenuhnya sekarang.“Akhirnya kau bangun…”Air mata terus jatuh tanpa bisa ditahan saat Gween memeluk adiknya semakin erat. Tubuh wanita itu bahkan gemetar karena terlalu lama menahan rasa takut dan putus asa selama bertahun-tahun.Di atas ranjang besar dekat jendela, Izikiel masih terlihat lemah. Wajahnya pucat, napasnya belum sepenuhnya stabil, dan tubuhnya tampak kaku karena terlalu lama tidak bergerak.Namun meski begitu, lelaki muda itu tetap mengangkat tangannya perlahan lalu membalas pelukan kakaknya dengan ekspresi bingung, seolah dirinya belum benar-benar memahami apa yang sedang terjadi.Sementara itu, Sienna berdiri beberapa langkah dari ranjang sambil memperhatikan keduanya dengan tenang. Tatapan wanita itu lembut dan tidak mengganggu, seakan dirinya memahami bahwa momen tersebut terlalu berharga untuk dipotong oleh siapa pun.Ruangan itu akhirnya tidak lagi terasa seperti kamar orang sakit yang selama ini dipenuhi keputusasaan. Untuk pertama kalinya setela
Last Updated : 2026-05-22 Read more