“Bu, koran Bapak sudah saya letakkan di meja kerja. Siapa tau Bapak mau baca selesai sarapan.” Tuti menghampiri Sheza yang baru saja mengikatkan apron di tengkuknya. “Masih koran cetak, ya …,” gumam Sheza. Ia membiarkan Tuti lewat dan pergi membuka kulkas untuk mengeluarkan bahan makanan. Setelah mengingat sesuatu, ia mendekati Tuti. “Mbak, saya baru ingat mau keluar lebih awal hari ini. Jadi, saya bantu buat sarapan, ya.” Tuti sontak menegakkan tubuh. “Jangan, Bu. Jangan. Nanti bapak komplain ke saya karena Bu Sheza banyak mondar-mandir di dapur.” Sheza tertawa ringan. “Nggak apa-apa, Mba. Sebentar lagi Athar nyampe buat jagain Dio. Pasti belum sarapan juga.” Langit masih abu-abu pucat, tapi halaman sudah ramai oleh aktivitas. Seorang pria paruh baya sedang memangkas rumput dengan rapi, garis-garis hijau tampak teratur. Di sisi lain, seorang pekerja membersihkan kolam renang, mengangkat daun-daun kering yang semalam jatuh. Dua orang wanita muda sedang membersihkan bagian depan rum
Last Updated : 2026-01-19 Read more