Kalau dihitung dengan benar, hari pernikahan yang sudah mereka daftarkan ke KUA itu dilaksanakan tepat empat hari lagi. Sheza sudah memastikan kalau Athar yang akan menjadi wali nikahnya. Ibunya mengatakan dengan jelas tidak akan hadir dan memilih menjaga Dio di rumah. Entah kenapa Sheza sedikit lega saat mendengar itu dari ibunya. Kalau bisa, ia ingin berada di KUA itu hanya bersama Satria. Namun, ia tahu itu tidak mungkin. Jadi … Athar saja sudah lebih dari cukup. Hari Minggu sore empat hari menjelang pernikahan mereka itu, semua sahabat Prabu berada di halaman belakang rumah Satria. Mulai pukul tiga mereka datang satu persatu menempati kursi di dekat kolam renang. Sheza di dapur sedang mengaduk adonan pancake untuk Dio. Bocah laki-laki itu duduk di kitchen island sambil melipat tangannya. “Sabar, ya. Masaknya nggak lama, kok,” kata Sheza, tak jauh dari Tuti yang sedang menyiapkan senampan minuman dingin untuk para tamu. “Semua sudah datang. Lengkap,” kata Tuti, meniriskan send
Last Updated : 2026-01-14 Read more