Keluar dari restoran Jepang meninggalkan Salim dan putrinya, Satria tahu ia tidak sempat lagi kembali ke kafe di mana Sheza berada. Ia langsung memutar setir ke kantor pusat.Ada jenis tekanan yang, jika ditunda, justru menggerogoti kepala. Dan ini salah satunya.Ia tidak naik ke ruangannya. Langkahnya langsung menuju ruang rapat utama.“Panggil tim kontrak. Komersial. Legal. Risk management,” pinta Satria pada asistennya. “Sekarang.”Lima belas menit kemudian, ruangan rapat kecil itu terisi.“Kontrak India,” kata Satria singkat. “Status.”“Teknis aman, Pak,” jawab Kepala Komersial. “Armada siap. Jadwal sesuai. Harga masih kompetitif.”“Concern mereka?” tanya Satria.“Stabilitas mitra,” jawab Legal.Satria mengangguk. “Terjemahannya?”Risk Management angkat suara. “Key person risk.”“Siapa?” tanya Satria, meski jawabannya sudah ia tahu.“Bapak.”Sunyi.“Nama perusahaan tidak disebut,” tambah Kepala Komersial. “Yang disebut figur pengambil keputusan.”Satria bersandar ke kursi dengan t
Last Updated : 2026-01-25 Read more