"Dokter, Anda …. Anda nggak salah lihat, 'kan?"Suara Alya bergetar hebat tak terkendali. Dia menatap tajam pria berjas putih di depannya, sementara pandangannya mulai berkunang-kunang."Bagaimana mungkin … aku …."Di kehidupan sebelumnya, anak ini tidak pernah ada.Dokter itu sepertinya sudah terbiasa melihat reaksi seperti itu. Dia pun mendorong hasil USG ke hadapan Alya sambil berkata, "Bu Alya, kehamilan enam minggu, nggak mungkin salah. Di lembar USG ini sudah tertulis dengan sangat jelas."Dokter itu terdiam sejenak, lalu menengadah menatap wajah Alya yang pucat pasi. Nada bicaranya sedikit melunak, tetapi tetap terasa kejam, "Kali ini, kamu menunjukkan gejala ancaman keguguran yang serius. Aku sudah meresepkan obat penguat kandungan dan kamu harus istirahat total di tempat tidur. Kalau bayi ini nggak dapat dipertahankan, mengingat kondisi fisikmu, kemungkinan akan sulit bagimu untuk hamil lagi di masa depan."Pandangan Alya perlahan bergerak ke bawah, tertuju pada perut bawahnya
Read more