Pagi itu, di kantor pusat Vascov Group yang menjulang tinggi di pusat Jakarta, terbenteng kaca dan baja yang mencerminkan kekuasaan Matthew. Di lantai paling atas, di balik pintu kayu jati berlapis baja, Matthew sedang menatap layar monitor besar yang menampilkan rekaman CCTV dari sebuah kafe kecil di dekat universitas ternama.Di layar itu, Alexa terlihat sedang duduk di sudut, berkutat dengan tumpukan buku dan segelas es kopi yang sudah mencair. Matthew mengusap dagunya, matanya terpaku pada gerakan tangan Alexa yang menyelipkan anak rambut ke belakang telinga."Begitu sederhana, namun begitu sulit dijangkau," gumam Matthew. Ia telah mengirimkan bunga anonim, namun Alexa justru memberikannya pada penjaga gerbang kampus. Ia mengirimkan mobil mewah untuk menjemput, namun Alexa lebih memilih naik angkutan umum yang berdesakan.Ketukan di pintu memecahkan keheningan obsesifnya."Masuk," suara Matthew berubah dingin dan datar.Pintu terbuka, namun bukan asistennya yang muncul. Haru
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya