Tiga hari kemudian, Clara sudah pulih. Ia kembali ke kampus dengan langkah yang lebih tenang. Nama Alda menghilang dari koridor, dari bangku kelas, dari daftar absensi, dari bisik-bisik yang dulu menyertainya. Sedangkan Hans tetap ada, setelah kejadian tempo hari, ia tidak memaksa, tidak menuntut, hanya berjalan di sampingnya seperti biasa, seolah menjaga jarak yang ia hormati.“Kamu kelihatan lebih kurus,” kata Hans saat mereka duduk di bawah pohon flamboyan. Suaranya dibuat ringan, tapi matanya menyimpan tanya.“Aku baik-baik saja,” jawab Clara sambil tersenyum kecil. Ia menutup buku catatannya.Hans mengangguk. “Kalau ada apa-apa, bilang saja padaku. Aku akan selalu ada.”Clara mengangguk balik. Dalam hatinya, ada ganjalan yang tak bisa ia ucapkan—tentang mansion itu, tentang malam-malam yang mengerikan. Hampir setiap malam, Raymond datang ke kamarnya. pintu selalu terbuka tanpa suara, mengejutkan clara ketika tangan dinginnya tiba2 menyentuh kulit Clara.Suaranya rendah, perint
Last Updated : 2026-02-05 Read more