/ Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Pion Para Penguasa

공유

Pion Para Penguasa

작가: Miss Wang
last update 게시일: 2026-02-07 12:23:46

Clara terbangun dengan tubuhnya kaku. Tangannya diikat, mulutnya tertutup kain hitam yang kasar. Ruangan di sekitarnya remang, hanya diterangi lampu temaram yang menggantung rendah dari langit-langit beton. Bau minyak pelumas dan debu menempel di udara, menambah rasa tercekik. Di sekelilingnya, beberapa anak buah berseragam hitam berdiri tegak, menatap dengan tatapan tajam, menunggu aba-aba.

Di sudut lain, Paman Bobi dan Bibi Elsa duduk santai di kursi kulit, wajah mereka tenang, tanpa rasa ber
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara Menjadi Target

    Mobil hitam itu melaju meninggalkan mansion.Clara duduk di kursi belakang dengan kedua tangan terikat.Napasnya masih teratur, meskipun jantungnya berdegup keras.Pria yang duduk di sebelahnya adalah Marcus.Orang yang selama bertahun-tahun dipercaya Raymond untuk menjaga keluarganya.Clara menatapnya dari sudut mata."Jadi selama ini kau bekerja untuk mereka?"Marcus tidak menjawab.Matanya tetap tertuju ke depan.Clara mencoba menarik tali di pergelangan tangannya.Tidak berhasil.Namun ia tidak berhenti berpikir.Raymond pasti sedang mencarinya.Dan jika Marcus memang orang dalam, berarti semua jalur keamanan mansion mungkin sudah diketahui."Kalian mau membawaku ke mana?"Marcus akhirnya menjawab."Ke tempat yang aman."Clara hampir tertawa."Aman?"Ia menatap pria itu."Kau menculikku.""Aku

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pengkhianat di Dalam Rumah

    Suara mesin kendaraan memenuhi halaman mansion.Satu.Dua.Tiga.Empat mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang.Raymond berdiri di tengah ruang utama dengan senjata masih berada di tangannya.Clara berada di belakangnya.John segera berbicara melalui alat komunikasi."Semua unit, posisi bertahan. Jangan menembak sebelum ada perintah."Para pengawal menyebar.Beberapa menuju lantai dua.Sebagian lainnya mengamankan Charles.Raymond menatap layar kamera keamanan.Anehnya, orang-orang di dalam mobil tidak langsung turun.Mereka hanya diam.Menunggu.Raymond menyipitkan mata."Mereka tidak datang untuk menyerang."John menoleh."Lalu?""Mereka ingin kita panik."Tepat setelah Raymond selesai berbicara, lampu seluruh halaman kembali menyala.Empat mobil itu langsung bergerak mundur.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah di Mansion

    Tubuh Charles jatuh tepat ke dalam pelukan Raymond."Ayah!"Raymond menekan luka di dada Charles dengan telapak tangannya. Darah mulai merembes melalui sela-sela jarinya."Dokter!"Suara Raymond mengguncang seluruh mansion.John langsung berlari mendekat."Pengawal, tutup seluruh akses!"Beberapa pria berlari ke arah pintu utama dan jendela."Jangan biarkan siapa pun keluar!"Raymond menatap wajah Charles yang semakin pucat."Jangan tutup mata."Charles membuka matanya sedikit."Raymond...""Diam. Dokter akan segera datang.""Tidak..."Charles menggenggam pergelangan tangan Raymond."Folder..."Raymond mengerutkan kening."Folder apa?""Maria..."Napas Charles terdengar berat."Jangan biarkan mereka mendapatkannya."Raymond langsung menoleh ke arah ruang kerjanya.Folder hitam.Aset rahasia Maria.Folder yang bahkan Charles sendiri dilarang menyentuhnya."John.""Ya, Tuan.""Amankan ruang kerja."John baru hendak bergerak ketika suara ledakan terdengar dari lantai dua.BOOM!Kaca jend

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Membunuh Maria Bag 2

    Raymond masih menatap layar ponselnya.Panggilan telah berakhir.Namun suara Maria masih terngiang jelas di kepalanya.Maafkan Mama.Bertahun-tahun ia mengira tidak akan pernah mendengar kalimat itu lagi.Sekarang, ketika kesempatan tersebut benar-benar datang, justru Maria kembali menghilang."Nomornya bisa dilacak?" tanya Raymond.John segera mendekat dengan perangkat di tangannya."Sedang dicoba."Raymond menatap Charles."Kenapa Mama takut kembali?"Charles tidak menjawab."Dan jangan katakan kau tidak tahu."Charles menghela napas."Karena orang yang mengejarnya belum berhenti.""Elena?"Charles menggeleng."Elena hanya menjalankan perintah."Raymond membeku."Perintah siapa?"Charles menatap putranya."Aku tidak tahu."Raymond tertawa dingin."Kau selalu tidak tahu."

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Sebenarnya Membunuh Maria Bag 1

    Mansion Antonio tidak pernah terasa sesunyi malam itu.Raymond berdiri di ruang utama dengan foto yang baru saja dikirim oleh nomor tak dikenal masih berada di tangannya.Foto Maria.Terbaring di ranjang rumah sakit.Masih hidup.Selama bertahun-tahun Raymond percaya ibunya meninggal pada malam kecelakaan itu. Ia bahkan sudah menerima rasa kehilangan tersebut sebagai bagian dari hidupnya.Ternyata semuanya adalah kebohongan.Pintu ruang utama terbuka.Charles masuk seorang diri.Wajah pria itu terlihat jauh lebih tua daripada sebelumnya.Raymond langsung menatapnya."Saint Rose."Langkah Charles terhenti.Wajahnya berubah.Raymond tidak membutuhkan jawaban lagi."Kau tahu."Charles menunduk."Maria tidak mati malam itu."Raymond tertawa kecil. Hambar."Jadi benar."Ia berjalan mendekat."Siapa yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malam Ketika Maria Menghilang

    Malam telah berganti ketika Raymond kembali ke mansion.Namun ia tidak tidur.Foto Maria dan seorang anak perempuan itu masih berada di tangannya.Di atas meja ruang kerja, foto tersebut diletakkan berdampingan dengan gelang bertuliskan A.R., dokumen rumah sakit, serta salinan surat Maria yang ditemukan di Gudang Nomor 17.Semua potongan itu seperti bagian dari sebuah teka-teki.Masalahnya, semakin banyak potongan yang ditemukan, semakin sulit Raymond memahami gambarnya.John berdiri di depan layar besar."Rumahnya sudah ditemukan."Raymond mengangkat kepala."Di mana?""Daerah pegunungan sebelah utara. Sekitar dua jam dari sini."John menampilkan foto satelit.Sebuah rumah tua berdiri sendirian di tengah kawasan yang hampir tidak berpenghuni."Rumah itu tidak pernah terdaftar atas nama Antonio.""Pemiliknya?""Nama di dokumen lama adalah seorang per

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status