Share

Clara Diculik

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-02-06 18:04:05

“Ya,” jawab Veronika tanpa ragu. Senyumnya tipis, dingin, seperti pisau yang baru diasah. “Ini tentang Clara.”

Paman Bobi menegang. Tatapannya menelusuri wajah Veronika lebih lama dari yang seharusnya, seolah menarik sesuatu dari masa lalu. “Kita… sepertinya pernah bertemu,” katanya pelan. “Dulu. Lama sekali.”

Veronika menyipitkan mata. Ada kilatan asing di sana. “Aku jarang lupa wajah,” balasnya. “Tapi aku tak ingat—”

“Aku adik Viona,” potong Bobi tiba-tiba. Suaranya serak. “Ibu dari Clara.”

H
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Warisan yang Disembunyikan 4

    Ruang Rahasia Beberapa menit kemudian, Raymond berdiri di depan rak buku besar. Salah seorang pengawal menarik buku tertentu. Klik. Rak itu bergerak perlahan. Di baliknya terbuka lorong sempit yang gelap. Udara dingin keluar dari dalam. Raymond menyalakan senter. "Masuk." Para pengawal bergerak terlebih dahulu. Lorong tersebut berakhir pada sebuah ruangan kecil. Debu memenuhi udara. Dindingnya terbuat dari batu tua. Di tengah ruangan terdapat meja kayu yang sudah kusam. Dan di atas meja itu... sebuah brankas hitam. Raymond mendekat. Dadanya berdebar tanpa alasan yang jelas. Ia melihat bagian depan brankas. Terdapat tiga angka. 17 — 04 — 09. John menatap Raymond. "Tuan..." Raymond tidak menjawab. Ia memasukkan angka dari liontin. 17. 18. 19. Klik. Pintu brankas terbuka. Semua orang terdiam. Di dalamnya tersusun beberapa dokumen lama. Sertifikat tanah. Surat kepemilikan saham. Rekening perusahaan. Akta kepemilikan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pesan dari Masa Lalu

    Pintu kayu tua di hadapan Raymond masih tertutup rapat. Beberapa detik sebelumnya, wanita yang memiliki wajah persis seperti Maria telah menghilang di balik pintu itu. Suara langkahnya sempat terdengar tergesa-gesa menyusuri lorong, kemudian lenyap begitu saja. Namun bukan langkah kaki itulah yang terus terngiang di kepala Raymond. Melainkan kalimat terakhir wanita tersebut. "Jangan percaya Charles." "Dia bukan orang yang membunuhku." "Karena... aku belum pernah mati." Raymond berdiri kaku. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Rahangnya mengeras. Selama bertahun-tahun, ia hidup dengan satu keyakinan yang tidak pernah sekalipun dipertanyakannya—ibunya, Maria Antonio, telah meninggal. Ia melihat sendiri peti mati itu. Ia menghadiri pemakamannya. Ia bahkan mengunjungi makam Maria setiap tahun, tepat pada tanggal kematiannya. Lalu sekarang... Ayahnya muncul setelah bertahun-tahun dianggap tewas. Seorang wanita dengan wajah Maria tiba-tiba muncul di mansi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Foto 3 Hari yang Lalu 2

    "Dia tidak akan menemukannya." "Bagaimana kau yakin?" Elena menatap lorong kosong di depannya. "Karena orang yang dia cari..." Ia berhenti sejenak. "...sudah tidak berada di mansion." Sambungan terputus. Elena memasukkan ponselnya ke dalam saku. Namun ia tidak menyadari bahwa di ujung lorong, di balik bayangan pilar besar... seseorang berdiri diam. Seseorang telah mendengar percakapan mereka. Di sebuah ruangan yang jauh dari jangkauan Raymond... wanita yang menyerupai Maria duduk di depan cermin. Lampu kecil di atas meja rias menerangi wajahnya. Ia menatap pantulannya sendiri. Wajah itu begitu sempurna. Bentuk mata. Hidung. Bibir. Garis rahang. Bahkan tahi lalat kecil di dekat sudut bibir yang pernah dimiliki Maria. Namun itu bukan wajah aslinya. Ia menyentuh pipinya dengan ujung jari. Air mata perlahan mengalir. "Maaf..." Suaranya bergetar. "Aku tidak ingin melakukan ini." Pintu terbuka. Elena masuk. Wanita itu segera menoleh.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak Wajah yang Hilang

    Pintu kayu tua itu tertutup tepat di depan wajah Raymond. BRAK! Bunyi benturannya menggema di sepanjang koridor mansion, lalu perlahan lenyap ditelan kesunyian. Raymond berhenti. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri di tempatnya. Dada pria itu masih naik turun akibat berlari. Napasnya berat, tetapi bukan kelelahan yang membuatnya terdiam. Tatapannya terpaku pada permukaan pintu berwarna cokelat tua di hadapannya. Di balik pintu itu... ada wanita yang baru saja membuat seluruh keyakinannya tentang masa lalu berantakan. Wanita yang memiliki wajah ibunya. Wanita yang beberapa detik lalu menatapnya dengan mata penuh air mata dan mengatakan bahwa dirinya belum pernah mati. Raymond perlahan mengangkat tangan. Jemarinya hampir menyentuh gagang pintu. "Jangan, Tuan." Suara John terdengar dari belakang. Raymond menoleh tajam. John segera berhenti beberapa langkah darinya. Dua pengawal berada di belakang pria itu, masing-masing membawa senjata dan memasang kewasp

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Disembunyikan

    Gelap total. Dalam sekejap, mansion tua itu berubah menjadi lautan kegelapan. "Jangan bergerak!" Suara John terdengar tegas dari bawah tangga. Para pengawal Raymond langsung membentuk lingkaran perlindungan. Senjata mereka terangkat, sementara beberapa orang menyalakan senter kecil dari peralatan yang mereka bawa. Raymond tidak peduli. "Ken!" Ia menatap ke arah lantai atas. Tidak ada jawaban. "Ken!" Kali ini ia berteriak lebih keras. Hanya gema suaranya yang terdengar. Kemudian dari suatu tempat di lantai atas terdengar suara langkah kaki. Satu. Dua. Tiga. Perlahan. Berat. Raymond langsung mengangkat kepalanya. "Siapa di sana?" Tidak ada jawaban. John bergerak mendekati Raymond. "Tuan, jangan naik sendirian." "Aku tidak punya pilihan." "Ini jebakan." "Aku tahu." Raymond menatap tangga yang gelap. "Justru karena itu aku harus naik." Ia baru hendak melangkah ketika suara Charles terdengar dari belakangnya. "Selamat datang, Raymond." Raymond berhenti. Suara

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Ditinggalkan Maria

    Raymond terdiam. Nama Maria kembali menggema di dalam kepalanya. Rahasia. Warisan. Dua kata itu terasa seperti potongan teka-teki yang selama bertahun-tahun sengaja disembunyikan darinya. "Apa yang sebenarnya disembunyikan ibu?" Charles menatap putranya beberapa detik sebelum menjawab. "Beberapa minggu sebelum kematiannya, Maria mulai bersikap berbeda." Raymond mengerutkan kening. "Berbeda bagaimana?" "Dia menjadi lebih berhati-hati." Charles berjalan perlahan menuju ruang utama mansion. "Dia mengganti beberapa pengawal. Mengunci ruang kerjanya. Bahkan memutus hubungan dengan beberapa orang yang selama bertahun-tahun bekerja untuk keluarga kita." Raymond mengikuti dengan tatapan tajam. "Dan kau tidak bertanya?" "Aku bertanya." Charles berhenti. "Dia tidak menjawab." Raymond tertawa hambar. "Jadi sekarang kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu apa-apa?" "Aku tahu sebagian." Charles menoleh. "Tapi tidak semuanya." Elena yang sejak tadi diam akhirnya berkata,

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status