Malam di dalam sel tidak pernah benar-benar gelap, tapi juga tidak pernah terang.Lampu neon di langit-langit berkedip pelan, seolah kelelahan menjaga cahaya yang tak pernah benar-benar berguna. Bau pengap bercampur keringat, sabun murahan, dan sesuatu yang apek.Bau putus asa, mungkin.Aku duduk di pojok ranjang susun bawah, memeluk lutut. Baju tahanan berwarna kusam itu mulai terasa lembap, menempel di kulitku. Rambutku lengket, lengket oleh keringat dan ketakutan yang tak sempat kering sejak hari pertama. Sudah tiga hari aku berada di sini.Tiga hari yang terasa seperti tiga tahun.Suara-suara di dalam sel tak pernah benar-benar berhenti. Ada tawa kasar, ada umpatan, ada suara sandal diseret malas di lantai semen. Di tempat ini, sunyi justru terasa lebih menakutkan daripada kebisingan.Aku tahu, di sini, menjadi tahanan baru berarti menjadi mangsa."Eh, yang kasus narkoba itu, ya?"Suara itu datang dari sudut ruangan. Aku tak menoleh, tapi tubuhku menegang. Napasku tertahan."Kata
Last Updated : 2026-01-14 Read more