Adrian benar-benar merasa telah menaklukkan dunia. Begitu keluar dari kantor notaris, senyumnya tidak pernah luntur. Ia merasa telah mengamankan aset terbesar dalam hidupnya sekaligus menjinakkan istrinya yang selama ini dianggap sebagai beban.Dengan kepercayaan diri yang meluap, ia memutuskan untuk merayakan kemenangannya dengan cara yang paling ia sukai, pamer kemewahan.Siang itu, sebuah restoran mewah di lantai teratas gedung pencakar langit Jakarta menjadi saksi suasana yang sangat ambigu. Adrian duduk di tengah, diapit oleh Arini dan Dewi. Pemandangan itu sungguh ironis.Di hadapan para pelayan dan pengunjung lain, Adrian tampak seperti pria yang sedang membagi kasih antara istri sah dan asistennya, menciptakan ketegangan yang menyesakkan di meja makan yang berdekorasi bunga lili putih."Makan yang banyak, Rin. Kamu kelihatan masih pucat," ucap Adrian sembari memotongkan steak untuk Arini. Namun, hanya sedetik kemudian, ia sudah tertawa lepas
最終更新日 : 2026-02-12 続きを読む