Cinta selalu percaya satu hal, selama masih ada lampu yang menyala, manusia manusia yang bergerak, dan bau kopi sachet, dunia itu masih masuk akal.Hantu mungkin memang ada. Hal mistis mungkin nyata. Tapi semuanya punya batas, mereka sudah keterlaluan kalau menampakkan diri di keramaian yang sangat bising. Tidak ke gedung kampus yang penuh map, stempel, dan keluhan mahasiswa.Itulah alasan kakinya melangkah ke sana malam ini.Bukan ke kamar kosnya yang sunyi. Ia butuh bangunan yang terlihat normal.Mutiara di saku jaketnya terasa hangat. Cinta menepuknya pelan, seperti menenangkan anak kecil yang rewel.Tenang, katanya dalam hati. Selama gue masih bisa mikir, berarti gue belum gila.Gedung administrasi kampus berdiri sunyi. Lorong panjangnya diterangi lampu neon kekuningan yang berkedip malas. Biasanya, Cinta akan menggerutu kalau harus lembur mengurus tugas yang menumpuk. Tapi malam ini, tempat itu terasa jauh lebih aman dibanding kamar kosnya sendiri.“Cin, gue laper, iih...” Suara
Last Updated : 2026-02-07 Read more