Pagi ini, matahari bersinar cerah menyelinap masuk lewat celah gorden kamar. Ayyana sudah bangun lebih awal dari biasanya. Dengan semangat membara, ia turun ke dapur meskipun Bi Martha sudah melarang-larang. "Nyonya, biar koki saja yang menyiapkannya," bujuk Bibi Martha, kepala pelayan, dengan khawatir melihat Ayyana sibuk berkutat dengan wajan. Ayyana tersenyum manis. "Nggak apa-apa, Bi. Aku cuma ingin membuatkan sesuatu yang spesial untuk ... Rafael." Sebenarnya, Ayyana ingin berterima kasih atas semua kebaikan Rafael, ia pun memutuskan membuat menu favoritnya: Tamagoyaki (telur dadar gulung ala Jepang) dan Ayam Teriyaki. Tangannya lihai memotong ayam, mencampur bumbu, dan memecahkan telur. Namun, ah ... masalahnya adalah otak Ayyana sedang tidak di situ. Pikirannya melayang-layang mengingat pelukan hangat Rafael semalam, senyumnya, dan bisikan manisnya. Karena melamun itulah, saat menuangkan garam ke dalam saus teriyaki ... Cess! Tangannya slip sedikit lebih banyak dari
최신 업데이트 : 2026-05-05 더 보기