Aku menarik napas panjang, puas. Nafas Nadia di dalam monitor itu tersengal, tubuhnya melengkung, dan desahannya yang putus-putus seolah merambat ke telingaku.Dia kembali berteriak namaku, mencapai puncak untuk kesekian kalinya, sementara tanganku masih menjelajahi setiap inci tubuhnya yang virtual, namun terasa begitu nyata. Aku tahu dia sudah sepenuhnya takluk, bahkan di alam bawah sadarnya sekalipun.Setelah yakin Nadia tak akan bisa bangkit lagi, aku menarik jariku dari monitor, merasakan sensasi hampa saat sentuhan hangat itu menghilang.Aku menekan ikon "Monitor" yang berkedip, membiarkan layar virtual itu memudar menjadi hitam pekat. Kembali ke teras Nenek yang sunyi, hanya suara jangkrik dan embusan angin malam yang menyambut.Aku menyentuh pelipisku, memanggil menu utama. Kacamata di wajahku berdengung pelan, memproyeksikan opsi-opsi yang kini terasa begitu familiar. Tanganku melayang di udara, menekan i
Last Updated : 2026-02-19 Read more