Share

BAB 66. MELEDAK

Penulis: MARIWINA
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 22:26:13
Luka-luka lama kembali bermunculan,caci maki mama yang merupakan makanan sehari -hari,perkataan dan perlakuan Tante Deasy yang menjualnya beberapa tahun lalu dibiarkan menumpuk , Diandra terlihat tenang dan nyaman dalam genggaman cinta Feliks.

Luka lama yang belum mengering sempurna, ditambah luka baru yang ditoreh berupa penghinaan, pelecehan verbal serta drama picisan di rumah besar menimbulkan bisul yang tunggu waktu untuk meledak.

Di kamar sepi dan dingin terbayang wajah mereka bagaikan zo
MARIWINA

Deas bestie, beberapa hari saya sering tidak standby di laptop untuk mengetik novelku karena sakit. Rasa cintaku kepada bestie yang setia membaca novelku mengalahkan rasa sakitku, perlahan-lahan aku mengetik melalui ponselku.Semoga saya cepat sembuh. Doakan saya.Sampai saat ini belum ada satu gemp akumulasi untuk novelku,please berikan gem buatku,Terima kasih atas kesetiaan bestie membaca novelku.

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 66. MELEDAK

    Luka-luka lama kembali bermunculan,caci maki mama yang merupakan makanan sehari -hari,perkataan dan perlakuan Tante Deasy yang menjualnya beberapa tahun lalu dibiarkan menumpuk , Diandra terlihat tenang dan nyaman dalam genggaman cinta Feliks. Luka lama yang belum mengering sempurna, ditambah luka baru yang ditoreh berupa penghinaan, pelecehan verbal serta drama picisan di rumah besar menimbulkan bisul yang tunggu waktu untuk meledak. Di kamar sepi dan dingin terbayang wajah mereka bagaikan zombie yang tidak punya pikiran dan hati hanya bernafsu memangsa mereka yang menghalang-halangi keinginan mereka. Diandra teringat akan amplop coklat , segera bangun mencari amplop coklat yang seingatnya dilempar ke atas meja di kamar tidur. Tidak ada, di bungkukkan badannya melihat ke bawah meja, amplop coklat tergeletak cantik di bawah sofa. Diambilnya, dibukanya,kaki yang menopang tubuhnya bergetar hebat diikuti tangan yang mengeluarkan selembar kertas, dibacanya berkali-kali , tidak percaya

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 65. LUKA LAMA TERGORES KEMBALI

    Dua sosok yang berdiri di depan lift pun terkejut tidak menyangka akan bertemu Diandra di depan lift. "Diandra....." suara menahan tangis keluar dari mulut perempuan yang memegang erat-erat amplop coklat ukuran besar di tangannya yang penuh dengan keriput. "Maaf Bu, ibu Deasy menyuruh saya membawa..eh...ibu ini kemari, untuk bertemu dengan ibu." Setelah kekagetannya menghilang Diandra mendengus,"Saya tidak ingin bertemu dengannya! " Pak Tikno terlihat ragu -ragu ,"Ibu Deasy...." "Bawa PEREMPUAN ini keluar dari apartemen."kata Diandra menekan pada kata perempuan. Wanita paruh baya itu menatap Diandra, lalu menyerahkan amplop ke tangan Diandra yang berusaha menolaknya. "Ini dari Feliks untuk diberikan kepada kamu," ucapnya memaksa Diandra menerima amplop coklat lalu masuk ke dalam lift diikuti oleh pak Tikno. Diandra tersengat ketika jemari dingin perempuan itu menyentuh tangannya, cepat -cepat dilepaskan tangannya, amplop coklat hampir jatuh dari tangannya. Tercium aroma minyak

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 64.BEREBUT WARISAN

    "Kami diusir dari rumah besar," ujar Jayden. Diandra terkejut mendengarnya, lalu menoleh ke arah Jessika yang mempersilahkan Jennita masuk membawa nampan dibantu Joanna membawa piring berisi kudapan. Jayden berhenti sejenak, setelah Jennita dan Joanna menghilang dibalik pintu terdengar pintu tertutup, Jessika yang semula terlihat tersenyum wajahnya terlihat menahan tangis. "Pernikahan kami tidak disetujui papi, saya diancam tidak akan menerima satu sen pun warisan. Saya lebih memilih Jessika, menurut saya harta bisa dicari ,sejak itu saya dikeluarkan dari rumah besar setelah nekat menikah dengan Jessika. Semua fasilitas mobil,ATM , jabatan sebagai direktur keuangan diambil , boleh dikatakan saya mendadak jatuh miskin." "Setelah menikah,kami kontrak rumah kecil-kecilan di gang yang padat penduduknya yang tidak mengetahui asal usul kami. "Kami hidup dari hasil pemotretan dan lukisan."ujar Jayden membayangkan saat-saat mereka hidup susah. Jessika meraih tangan Jayden,"Kami sepakat j

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 63. IMING -IMING ATAU HARAPAN PALSU.

    Malam hari Diandra tetap setia menanti kepulangan Feliks ke apartemen, duduk di sofa entah membaca novel kesayangannya , menonton drama Korea di televisi. bahkan mencoret -coret di kertas desain perhiasan yang sudah lama dilupakan. Rasa mual dan muntah sudah berkurang, dirinya kembali giat beraktifitas bahkan keluar apartemen yang selama ini kalau keluar harus ditemani pak Tikno. Berharap Feliks pulang malam ini, Diandra asyik menggambar, sudah lama ia tidak menyalurkan hobinya mendesain perhiasan. Jika sedang mendesain, Feliks datang memeluknya, berbisik -bisik membuat Diandra terkikik -kikik manja meninggal pensil dan buku gambar. Desain gelang yang dibuatnya setahun lalu dan belum selesai, dilihatnya sejenak lalu mencoret sambil memikirkan menyelesaikannya. Akhirnya yang ada coretan -coretan yang kemudian dihapus, dicoret lagi, Kesal karena tidak sesuai dengan imajinasinya,dirobeknya kertas berisi coretan. Merasakan dirinya tidak sendiri,Diandra membelai perutnya yang terlihat s

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 62. KUTUNGGU SAMPAI SERATUS HARI.

    Diandra melihat jam di dinding, menunjukkan angka di delapan, seharian Diandra membersihkan,mencuci dan memasak. Rasa mual,lelah dilawannya sekarang ia membaringkan tubuhnya yang lelah di sofa sambil membaca novel online,G**Novel. Perutnya tiba-tiba terasa lapar, makan siang tidak dihabiskan karena rasa mual disusul dengan muntah mengeluarkan semua isi perutnya. Diandra menengok ke jam digital di ponselnya sudah menunjukkan lewat jam sepuluh malam. 'Kok Feliks belum pulang? Mengapa tidak ada teleponnya, terakhir ia menelpon ketika sampai di kantor,'batinnya. Dihubunginya Feliks tidak ada sambungan, 'Umm... mungkin sibuk makan malam dengan kliennya,' batin Diandra. Rasa lapar sulit dicegah, diambilnya piring mengisi dengan lauk lalu makan sambil jempolnya mencari nama Feliks. Tetap tidak ada sambungan,'Umm... mungkin Hafid bersamanya,' batinnya lalu mencoba menghubungi Hafid. Sebenarnya Diandra tidak pernah menghubungi Hafid ketika masih menjadi simpanan Feliks, sejak diperkenalk

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 61. DILEMA.

    Ponsel Feliks berdering dilihatnya log panggilan, menutup ponselnya,"Tante Lie Hua," bisiknya. "Hallo Tante,Khabar apa? " Feliks membuka mode suara , terdengar suara Tante Lie Hua. "Kamu sendiri? Istrimu ada di samping mu?" "Saya lagi di ruang kerja." "Di kantor?" "Di rumah," "Saya mau ketemu dengan kamu, istrimu tidak usah ikut." "Adakah yang ingin tante sampaikan? Bisa langsung sekarang, karena sebentar lagi saya akan ke kantor." "Saya mau bicara tentang istermu ! lancang sekali dia!" "Kalau mengenai hal itu, saya kira sulit tante." "Beraninya istrimu merendahkan keluargamu.,bisa -bisa dia nanti ia merendahkan kamu!" "Kalau saya simak apa yang dikatakannya benar adanya. Sebagai istri dia membela suaminya yang dituduh mau menguasai harta dan aset milik mami." "Sabrina bilang istrimu itu pelakor ketika kamu masih berstatus suami Karina. Kamu terperangkap dalam rayuan nya akhirnya ia menjadi wanita simpananmu. Begitu tahu Jeng Lie meninggal ia memaksa kamu mengawininya." "

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 22. KELICIKAN DEASY

    Pikiran Oom Feliks yang sedang melayang ketika sedang mencari cinta pertamanya dikejutkan dengan suara pak Tikno. "Tuan, saya akan membersihkan ruang kerja," "Silahkan. Kalau sudah selesai. Tutup pintunya,"kata Oom Feliks, membuka laci meja kerjanya mengambil segompok uang memberikan ke pak Tikno

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 21. MOMEN KELAM DI KEHIDUPAN FELIKS

    Saat memasuki ruang kerjanya,mata Oom Feliks langsung tertuju ke kursi kerjanya, tempat ia dan Diandra memuaskan keinginan liar mereka. Diandra duduk di atas pangkuan Oom Feliks, posisi yang sangat disukai Oom Feliks benar-benar membuatnya kehilangan kewarasan, miliknya bisa masuk ke pusat terdalam

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 19. AKU TAK AKAN MELEPASKANMU(21+)

    Oom Feliks yang merebahkan dirinya di sofa langsung berdiri, Diandra menghambur , mereka saling memeluk. “Aku merindukan daddy.” “Daddy juga sangat merindukanmu.” “Mengapa daddy tidak ke apartemen?” “Katanya ingin melihat kantor daddy,” “Humm.. kantornya indah dan elegan, seperti pemiliknya.”

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 17. ULTIMATUM.

    Oom Feliks meninggalkan ruangan makan, naik tangga, kamarnya terletak di lantai dua, bersebelahan dengan kamar opa dan omanya. Masuk ke dalam kamar yang sudah lama ditinggalkan, aroma wangi pengharum ruangan khas keluarga Kartamihardo menyergap hidung Oom Feliks. Menatap ranjang besar, seprei biru

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status