Aku buru-buru berbalik badan dan memasukkan benda berhargaku ke dalam sangkarnya dengan gerakan serampangan. Jantungku berpacu kencang, rasa malu bercampur tegang membuat tanganku sedikit gemetar.Tante Sarah diam sejenak, lalu dengan suara pelan dan agak tersendat, berkata, “Besar juga ya, Dit…”Kalimat itu keluar hampir seperti bisik, wajahnya langsung memerah. Sekilas aku melirik, dia buru-buru menunduk, tangannya memainkan ujung baju sambil tersenyum kecil yang malu-malu. Tapi matanya sesekali mencuri pandang ke arahku, seolah penasaran, tapi tak berani lama-lama menatap.Aku terbelalak, lalu kembali memalingkan wajahku. Napasku tersendat.“Dia… malu juga ternyata? Tapi, kenapa masih aja berdiri di situ?” batin ku bergumam.Tapi entah kenapa, sikapnya yang malu-malu itu malah membuatku semakin salah tingkah. Sekali lagi aku meliriknya, berharap dia peka dan pergi. Tapi, aku malah melihat dada besarnya naik-turun cepat karena napasnya yang agak tersengal, dan gerakan kecil tangann
Last Updated : 2026-01-29 Read more