Peringatan: berisi adegan r18, mohon agar bijaksana menyesuaikan bahan bacaan dengan usia.Dillard ada di sampingku sebelum aku sadar dia sudah bergerak.Tidak bilang apa-apa. Hanya duduk. Bahunya menyentuh bahuku.Kami duduk di ruang sidang yang hampir kosong. Hakim sudah pergi. Jaksa sudah pergi. Kerumunan sudah bubar.Hanya kami."Sudah selesai," katanya akhirnya."Ya.""Bagaimana rasanya?"Aku berpikir sebentar. Benar-benar berpikir."Seperti sudah lama berlari," kataku akhirnya. "Dan akhirnya bisa berhenti."Dillard tidak menjawab langsung. Tapi tangannya menemukan tanganku. Menggenggam."Aku minta maaf," bisiknya."Untuk apa?""Untuk awalnya. Untuk menikahinya karena balas dendam." Jeda panjang. "Kalau aku tidak melakukan itu—kau mungkin tidak perlu mengalami semua ini. Tidak perlu bersaksi. Tidak perlu—""Kalau kau tidak melakukan itu," potongku pelan, "aku masih dikurung di kamar kecil di Brieris. Tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluargamu. Tidak pernah puny
Read more