“Oh kak Gideon?” Serena langsung bangkit setelah menyempar kaki Bela di pahanya.Gideon berjalan masuk. “Aku ingin menjengukmu kemarin, tapi aku tidak ada waktu. Jadi aku ke sini setelah menghubungi Martin.”“Aku baik-baik saja, kak Gideon tidak perlu repot-repot ke sini,” balas Serena.“Aku membawa roti kesukaanmu,” ucap Gideon sembari menyerahkan paper bag yang katanya berisi roti.“Oh—”“Terima kasi, kak!” Bela merebutnya kemudian langsung membukanya. “Wih, dulu ini roti kesukaan Serena.”“Duduk, kak.” Serena menyuruh Gideon untuk duduk di sofa.Gideon menatap Bela yang sudah memakan roti yang ia bawa untuk Serena. “Enak? Awalnya aku ragu untuk beli.”“Masih enak.” Bela mengangguk pelan, kemudian menyuapi Serena.Serena mengangguk menyetujuinya, kemudian memberikan dua jempolnya. “Masih enak seperti dulu.”“Kak Gideon masih mengingat kesukaan Serena,” ucap Bela sembari menunduk.Tidak tahu maksudnya, tapi Serena menyipitkan mata dan merasa bahwa Bela memang sengaja mengucapkannya.
Baca selengkapnya