"Apakah Anda yakin, akan menjenguk Lady Luciana, Yang Mulia Nyonya?" Pertanyaan Madam Paloma terdengar sangat ragu-ragu di telinga Alice. Setelah keluar dari ruang makan, Alice segera mengajak Madam Paloma untuk ikut dengannya menuju ke kamar Luciana. "Kau dengar sendiri 'kan, Madam Paloma, kalau Tuan Duke yang memintaku untuk menjenguk gadis itu atas dasar tanggung jawab," jelas Alice, ia tersenyum samar dan mengusap-usap pelan keningnya. "Tanggung jawab untuk kesalahan yang tidak aku lakukan." Memperhatikan ekspresi Alice yang begitu tenang namun tak nyaman membuat Madam Paloma bertanya-tanya. "Kalau Yang Mulia Nyonya keberatan, saya bisa mewakili Anda untuk menemui Lady Luciana dan membawakan sesuatu atas nama Yang Mulia Nyonya," ujar wanita setengah baya itu, berupaya melindungi perasaan sang Nyonya. Alice menghentikan langkahnya dan menoleh pada Madam Paloma sambil tersenyum hangat. "Tidak perlu, Madam. Bagaimana kalau nanti kalau Tuan Duke akan semakin marah padaku?" jawa
Mehr lesen