Share

Pendamping yang Tak Pernah Kuminta

Penulis: Anna Frey
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-20 13:03:46

“Corentine!” pekik Alize sedetik kemudian. “Apa yang kau lakukan?”

Corentine tidak merasa terganggu dengan reaksi itu, apalagi merasa bersalah. Dengan santai ia berbaring di sisi tempat tidur yang kosong, satu tangan terlipat di bawah kepala, seolah-olah mereka sudah sejak lama tidur sekamar, bukannya baru saja.

“Aku mau tidur,” jawabnya tenang. “Banyak yang harus kukerjakan besok.” Matanya memejam. “Apakah aku sudah memberitahumu bahwa beberapa hari lagi aku akan berangkat? Raja memintaku mend
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kejutan di Pagi Hari

    “Lady Gwen Cleremont?” Suara Alize nyaris tercekik. ”Pendampingku adalah kau?” Ini sebuah permainan, pikir Alize. Lady Julia mengujinya karena ia berada di sarang mereka―musuh keluarganya. Namun, mengangkat si biang gosip ini sebagai pendampingnya boleh dibilang keterlaluan.Ia tidak boleh terlihat lemah dan sudah berjanji untuk belajar lebih sabar demi menjaga martabat dan reputasi yang kini disandangnya. Namun, tetap saja kemarahannya menyelinap sedikit ke permukaan.“Aku tidak percaya,” ia bergumam. Tubuhnya berdiri kaku di tengah ruang makan. Tatapannya berpindah dari Lady Gwen ke Lady Julia, lalu ke wajah Corentine. Lady Gwen tersenyum lembut, tetapi di mata Alize senyum itu sangat palsu. “Jika kehadiranku mengejutkanmu, Yang Mulia, aku mohon maaf,” katanya. Lady Julia menghela napas tipis. “Kau seharusnya merasa beruntung, Duchess.” “Beruntung?” ulang Alize pelan. Dari semua perempuan bangsawan yang tersedia di kerajaan ini, kenapa harus memilih orang yang menyebabkan dua mu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pendamping yang Tak Pernah Kuminta

    “Corentine!” pekik Alize sedetik kemudian. “Apa yang kau lakukan?”Corentine tidak merasa terganggu dengan reaksi itu, apalagi merasa bersalah. Dengan santai ia berbaring di sisi tempat tidur yang kosong, satu tangan terlipat di bawah kepala, seolah-olah mereka sudah sejak lama tidur sekamar, bukannya baru saja.“Aku mau tidur,” jawabnya tenang. “Banyak yang harus kukerjakan besok.” Matanya memejam. “Apakah aku sudah memberitahumu bahwa beberapa hari lagi aku akan berangkat? Raja memintaku mendampinginya ke benteng timur.”“Tidak. Kau belum memberitahuku. Tapi bukan itu masalahnya sekarang―” Mata Alize terbelalak jengkel. Ia tak percaya Corentine malah mengoceh. “Kau tidur dengan—dengan keadaan seperti itu?” Aliran hangat menjalari wajahnya. Ia menahan diri untuk tidak menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Yang bisa ia lakukan hanyalah tidak melihat langsung ke arah otot dada Corentine yang begitu kekar.Corentine membuka matanya dan melirik ke bawah tubuhnya sendiri, lalu ke

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Malam Pertama di Kamar Utama

    “Kau suka pesta perkenalanmu, Duchess?” Pertanyaan itu ditanyakan Corentine begitu Alize tiba di ruang makan. Nada Corentine terdengar santai. Terlalu santai untuk seorang pria yang semalam berpura-pura mengklaim telah tidur sekamar dengan istrinya. Alize membiarkan pelayan menarik kursi untuknya, sementara Corentine berdiri sejenak sampai Alize menempatkan diri di seberangnya. “Ya, aku suka,” Alize mengangguk sopan. “Terima kasih atas perhatianmu.” “Kau sudah melakukannya dengan baik,” Corentine tersenyum tipis, “untuk seseorang yang mengaku jarang menyelenggarakan pesta di rumahnya―” “Aku mendapat banyak bantuan,” ujar Alize, “dan kau― mengirim beberapa staf istana. Sungguh tidak bisa dipercaya.” “Oh, kau harus percaya.” Corentine mengedikkan bahu. “Aku berada di garis suksesi. Beberapa nomor di belakang Pangeran Godwyn dan adik-adik Raja. Aku mendapat―” Corentine tersenyum miring, terlihat agak malu. “Sedikit keistimewaan.” “Itukah sebabnya kau begitu mudah berbohong?

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pesta Untuk Duchess Baru

    “Tolong jangan bergerak-gerak dulu, Yang Mulia.” Alize berusaha berdiri diam sementara penjahit istana memutari tubuhnya. Dengan hati-hati si penjahit menusukkan jarum-jarum kecil penanda di gaun setengah jadi yang dipakai Alize. Lututnya goyah karena pegal. “Masih lama?” "Saya harus mengukur lagi pinggang Anda. Tolong tahan sebentar." Pengepasan gaun itu telah berlangsung sejak dua jam yang lalu. Ia tidak pernah harus begitu lama mengepas sebuah gaun baru. Penjahit pribadinya sudah sangat mengenal ukurannya. Namun, Corentine tidak mengizinkan penjahit lain selain penjahit istana “Jangan terlalu ketat di bagian pinggang,” ujar Alize datar. "Aku tidak mau jadi susah bernapas." "Akan kuusahakan, Yang Mulia." Penjahit itu tersenyum kaku. "Tapi pinggang yang lebar tidak pantas untuk seorang perempuan bangsawan. Duchess de Mably harus terlihat anggun dan memikat. “Untuk siapa?” gumam Alize. “Untuk seluruh kerajaan, tentu saja,” sahut si penjahit. “Anda tentu tidak m

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kau Boleh Bercerai, Tapi...

    Upacara pernikahannya di kapel istana dilakukan dengan sangat sederhana. Hanya beberapa orang dari pihak keluarga masing-masing yang hadir. Ayahnya dan Lord George de Mably berdiri berjauhan, menahan diri untuk tidak saling membentak seperti biasa. Alize masih ingat ketika Corentine dengan canggung menyematkan cincin di jarinya yang dingin. Tangan Corentine juga dingin. “Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri,” ujar pendeta istana. “Duke, kau boleh mencium pengantinmu.” Corentine pura-pura tidak mendengar ucapan pendeta. Mereka bahkan tidak saling tatap. Di belakang punggung mereka, Alize mendengar desahan ayahnya, juga gumaman Lord George. Pernikahan yang harusnya penuh kebahagiaan malah begitu muram. Lima hari telah berlalu sejak itu. Ia tinggal di Kastil de Mably sekarang. Merasa kesal dan sedih karena kebebasannya hilang dan terjebak di sarang ‘musuh’. Ketukan pelan terdengar di pintu kamarnya, membuyarkan benaknya. “Masuk,” ujar Alize tanpa

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pernikahan Dua Musuh Bebuyutan

    “Skandal yang memalukan. Aku benar-benar kecewa.” Suara Raja Aldred, penguasa Montveraine, menggema di ruang audiensi. Tegas dan tajam. Di balik kumis dan janggut peraknya, wajahnya memerah, menahan marah. Putra Mahkota―Pangeran Godwyn berdiri di sebelah singgasananya dengan wajah kaku. “Deschanel dan de Mably membuat keributan di jamuan makan malam resmi, sementara dua anak mudanya sibuk bermesraan! Apa jadinya kalau terdengar sampai kerajaan tetangga? Aku akan ditertawakan!” Lady Alize berdiri kaku di sisi ayahnya, Marquis Augustus. Gaun pagi yang dikenakannya sederhana, disiapkan terburu-buru ketika perintah menghadap Raja dikirimkan sebelum sarapan. Ia menunduk. Para anggota dewan bangsawan yang ikut hadir sedang menatapnya sembari membisikkan gosip yang menyebar begitu cepat seperti api. “Lady Alize Deschanel dan Duke de Mably tertangkap basah bermesraan di ruang duduk Putra Mahkota. Begitu persisnya laporan yang kuterima. Berani sekali mereka melakukannya di bawah at

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status