Partager

Bros Bunga Lily

Auteur: Anna Frey
last update Date de publication: 2026-05-23 12:33:23

“Kemungkinan besar Mirelle tidak pergi sendirian.”

Kalimat Tyron terus terngiang di kepala Alize bahkan setelah pria itu pergi. Tanpa berpikir panjang, Alize mengetuk pintu.

Corentine sedang berdiri membelakanginya, menatap nyala api di perapian. Dari belakang, tubuhnya yang tinggi berbahu lebar tampak tegang. Kedua tangannya di pinggang.

Ia menoleh ketika Alize berdehem halus.

“Alize.” Ia kelihatan senang melihat istrinya setelah hari yang panjang dan melelahkan. “Kalau kau mau bertany
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Hukuman Cambuk

    Greta yang berdiri di belakangnya sampai terkejut. Dua penjaga di dekat pintu saling melirik, tetapi tak seorang pun berani menyela. Alize menarik napas untuk meredakan emosinya, tetapi kemarahan yang telah menumpuk membuat suaranya tetap bergetar ketika ia kembali berbicara. “Kau boleh menyangkal semuanya, tetapi jangan berharap aku akan mempercayaimu lagi. Aku sudah cukup lama mengenalmu untuk mengetahui bahwa kau selalu punya alasan ketika perbuatanmu terbongkar!” “Aku tidak peduli apakah kau mempercayaiku atau tidak,” balas Cedric ketus. “Kau datang ke sini hanya untuk menghakimiku tanpa bukti!” “Tanpa bukti?” Alize tertawa pendek, sama sekali tanpa kegembiraan. “Kau pikir aku akan datang kemari hanya untuk mendengarkan kebohonganmu?” “Kalau kau tidak punya bukti, sebaiknya kau—” “Cukup, Cedric.” Sebuah suara berat menyela dari ujung lorong. Alize menoleh. Corentine sedang berjalan mendekati mereka dengan wajah serius. Di belakangnya, seorang pengawas sel tampak menunggu d

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Cedric Membantah Tuduhan

    Alize mendadak menegakkan tubuh.“Dia mengenali wajah penyusup itu?”“Ya, Yang Mulia.”Mirelle mengangguk, lalu terdiam ketika menyadari betapa pentingnya informasi tersebut. Jika June benar-benar mengenali orang yang menyusup ke kandang kuda, mungkin itulah alasan seseorang ingin membungkamnya.Namun, ia tidak tahu siapa orang tersebut. Ingatannya tentang percakapan itu berhenti sampai di sana.Alize terkejut. Selama ini, ia mengira June hanya melihat penyusup itu sekilas ketika memergokinya di kandang kuda. Ia tidak pernah menyangka gadis itu sempat melihat wajahnya dengan jelas.“Apakah June menyebutkan jenis kelamin orang itu? Pria atau wanita?” tanyanya.Mirelle menggeleng.“Tidak, Yang Mulia. Dia tidak berani mengungkapkan lebih jauh. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya mengenali wajah orang itu.”Alize mengerutkan kening. “Jadi, menurutmu June dibunuh karena melihat langsung wajah si penyusup?”Mirelle mengangguk tanpa ragu.“Saya tidak tahu siapa orang itu, tetapi June tampak s

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Apakah Kau Membunuh Mereka?

    Mirelle mengangkat wajah perlahan. “Jika aku meninggalkan Corentine dan menikah dengannya, aku akan membawa mahar yang cukup besar. Itulah yang sebenarnya dia inginkan.” Mirelle tidak mampu berkata-kata. Ia sama sekali tidak pernah mengetahui fakta tersebut. Selama ini, ia mengira Cedric benar-benar ingin mendapatkan Alize kembali karena masih mencintainya. Ia bahkan bersedia mempertaruhkan hubungannya dengan Alize demi membantu pria itu mewujudkan keinginannya. Ternyata, Cedric tidak hanya memanfaatkan perasaannya. Pria itu juga berbohong mengenai alasan di balik semua tindakannya. Mirelle menunduk lagi. Dadanya terasa sakit ketika menyadari betapa bodohnya dirinya selama ini. Untuk apa ia melakukan semua hal berbahaya itu? Untuk apa ia mengkhianati perempuan yang menyayanginya, jika pada akhirnya Cedric hanya menganggapnya sebagai alat yang bisa dibuang kapan saja? Kedua wanita itu sama-sama terisak. Alize membiarkan Mirelle menangis tanpa mendesaknya untuk segera menenangka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tipu Daya Cedric

    Mirelle melihat wajah Duchess de Mably berubah. Nyonyanya begitu tercengang sampai sejenak tak mampu berkata-kata. “Apa saja yang sebenarnya sudah kau lakukan?” tanya Alize beberapa menit kemudian. “Mirelle, ceritakan padaku semuanya.” Pertanyaan itu membuat Mirelle menunduk. Jemarinya saling meremas di atas pangkuan, sementara kepalanya terasa berat oleh potongan-potongan ingatan yang mulai bermunculan. “Belum semua ingatan itu kembali, Yang Mulia,” jawabnya lemah. “Hanya beberapa, tetapi saya ingat dampaknya.” Mirelle memejamkan mata. Ada begitu banyak hal yang ingin diingatnya, tetapi semakin keras ia berusaha, semakin kabur semuanya. Wajah-wajah muncul sesaat, disusul percakapan yang terputus dan kejadian-kejadian yang tak lagi mampu ia susun dengan baik. Namun, ada satu kenangan yang terasa jauh lebih jelas daripada yang lain. Malam ketika Cedric datang menemuinya. Saat itu, Mirelle sedang berada di kamarnya ketika seseorang mengetuk pintu. Ia tidak menyangka akan menemuka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Dia Mencintai Anda.

    Untuk beberapa saat, Alize tidak mampu berkata-kata.Nama itu.Nama yang telah begitu lama ia cari. Nama yang terus menghantuinya sejak Mirelle menghilang tanpa meninggalkan jejak. Nama yang selama berbulan-bulan hanya bisa ia sebut dengan harapan bahwa suatu hari pelayannya akan kembali.Kini, perempuan yang berdiri di hadapannya akhirnya mengucapkannya sendiri.Mirelle Aubergine.Alize merasakan matanya mulai panas. Ia hampir melangkah maju untuk memeluk pelayannya, tetapi segera menahan diri ketika melihat betapa terguncangnya perempuan itu.Ia tidak ingin membuat Mirelle semakin tertekan.“Mirelle …” bisiknya.Perempuan itu terisak semakin keras ketika mendengar namanya disebut.“Maafkan saya, Yang Mulia. Maafkan saya!”Alize menggeleng cepat.“Jangan meminta maaf dulu. Kau tidak perlu melakukan itu. Aku senang kau masih hidup.”Ia melangkah mendekat dan menyentuh kedua lengan Mirelle dengan hati-hati.“Aku sudah mencarimu begitu lama. Aku ingin tahu apa yang terjadi padamu, menga

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ingatan Mirelle

    Cedric tidak menjawab pertanyaan Alize. Pria itu menatapnya selama beberapa saat, lalu mengalihkan pandangan. Rahangnya mengeras seolah ia sedang berjuang menahan sesuatu yang nyaris terlepas dari mulutnya. “Lysander Cleremont,” ulang Corentine. “Apa yang diinginkannya darimu?” Cedric tetap bungkam. “Cedric,” panggil Lord Deschanel, kali ini dengan nada lebih lunak. “Kau tahu aku tidak ingin melihatmu berakhir seperti ini. Jika seseorang memanfaatkanmu, katakan siapa orangnya. Kami bisa mencari jalan keluar.” Namun, Cedric justru berjalan menjauh. Ia duduk di sudut sel, membelakangi mereka, lalu menyandarkan punggungnya pada dinding batu. “Aku tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan.” Lord Deschanel menatap punggung pria itu dengan kekecewaan yang sulit disembunyikan. “Kau benar-benar keras kepala.” Cedric tidak menyahut. Corentine memberi isyarat kepada kedua penjaga agar tetap mengawasi tahanan tersebut. Setelah itu, ia mengajak Alize dan Lord Deschanel meninggalkan sel.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lady Gwen Sakit

    Tubuh Hector segera dipindahkan dari barak pengawal. Dua orang pengawal membawa tandu sederhana yang ditutupi kain gelap, sementara dokter kastil dipanggil tergesa dari tempat tinggalnya di sayap belakang. Udara malam terasa semakin dingin. Dan suasana di sekitar barak berubah begitu sunyi hi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Nyonyamu Tidak Mati

    Suara benturan keras kembali menghantam sisi kereta. Kali ini disusul suara siulan tajam di udara. “Panah!” teriak salah satu pengawal. BRAKKK! Sebuah anak panah menembus jendela samping dan menghantam dinding bagian dalam kereta hanya beberapa inci dari tempat Alize duduk tadi. Alize membe

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Diserang

    Suasana hati Alize memburuk sore itu. Padahal ia sudah membersihkan diri dan memakai gaun makan malamnya yang paling bagus. Benaknya masih dipenuhi mantel abu-abu kebiruan yang tidak ditemukannya di lemari. Kalau saja bisa, ia ingin langsung berangkat ke Manor Deschanel dan mencari mantel itu d

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Yang Terlalu Dekat, Yang Menjatuhkan

    Kereta kuda bersimbol beruang perak dan mahkota melintasi pasar diiringi sepuluh pengawal berkuda yang berpencar rapi di sekelilingnya. Hal itu cukup menarik perhatian orang-orang, tetapi Alize tidak peduli. Benaknya penuh dengan isi percakapan dengan Larry dan Edith Hicks. Sebelum ia masuk keret

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status