Aku dan Syafa bertatapan cukup lama, sebelum bersedia menjawab pertanyaan yang membuat keringat dingin di kedua pungung tanganku muncul. "Baiklah, kau mau duduk dulu?"tanyaku berusaha tetap ramah terlepas dari dia bukan atau keponakan Rio. "Apa Bu Alba sudah bertemu dengan mamanya paman saya?" Aku menatap lekat sorot matanya, "Untuk apa saya beritahu sudah atau belum ke kamu? "Saya hanya ingin tahu, Bu." "Baiklah, apa jaminannya jika saya telah menjawab pertanyaanmu?" Tantangku seperti biasa. "Jujur tidak ada Bu, hanya saja pamanku sepertinya masih berhubungan dengan Sofia. Apa Bu Alba tahu?" Aku menghela napas pendek, "Saya tidak tahu, apa tujuan kamu menanyakan pertanyaan bersifat pribadi ini, tetapi jika kamu bisa memberi saya jaminan, maka saya akan menjawab." Syafa menundukan kepalanya, seperti bersalah atas tindaknnya sendiri, " Maaf Bu Alba atas kelancangan saya bertanya perihal pribadi, saya kira setelah kita berbincang tempo hari, saya bisa lebih akrab d
더 보기