"Alba, kamu mendengar suara saya?" Seru Rio dari balik telepon. "Oh, ini Pak Rio. Maaf Pak, saya baru bangun tidur ini mata saya masih merem melek." "Ya ampun, Alba. Ya sudah, buka ponsel kamu saya telepon berkali-kali enggak diangkat." "Iya Pak, Maaf ya saya lupa ngabarin bapak karena ketiduran." "Oke. Saya tutup dulu ya, Alba." "Oke Pak."Aku berdiri, kututup gangang telepon berkabelku dan kuraih ponselku di atas nakas, kembali ke posisi merebahkan badan di atas ranjang yang sebenarnya muat untuk dua orang. Aku membuka ponselku dan benar saja, aku lupa mengaktifkan mode dering karena sering menggunakan mode hening. Baru mengecek aplikasi chating, nama Rio muncul di atas notifikasi, aku langsung mengangkatnya, "Hallo, Alba. Kamu masih di sana, kan? Kedengeran suara saya?" "Hallo Pak Rio, suara bapak kedengeran kok." "Syukurlah, sebentar ya." Rio mengganti mode telepon dengan video call dan langsung kuterima. Kini dia dapat melihat seraut wajah bantalku dan mataku yang masih m
더 보기